Ada Pencairan Dana Rp 300 Juta, Rachmawati Menilai, Ada Upaya Terus Memojokkan Dirinya


garda cakrawala -- Polisi melacak adanya aliran dana dari para tersangka makar yang diduga akan digunakan untuk aksi ke MPR/DPR.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebutkan bahwa dana itu mengalir dari Rachmawati Soekarnoputri ke Alvin Indra Al Fariz.
"Rahmawati cairin deposito Rp 300 juta dikirim ke rekening Alvin Indra," kata Argo ketika dikonfirmasi Kompas.com, Senin (9/1/2017).
Argo mengatakan, uang itu berasal dari rekening Rachmawati.
Namun belum ditelusuri asal-usul uang itu sebelum sampai di rekening Rachmawati.
rach
Polisi melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam menelusuri transaksi para tersangka makar.
"Uang itu untuk logistik makan minum massa yang akan berunjuk rasa di gedung DPR dan MPR," kata Argo.
Kompas.com, sejauh ini, belum mendapat tanggapan dari pihak Rachmawati maupun Alvin terkait pernyataan Argo tersebut.
Rachmawati dan Alvin ditangkap pada 2 Desember 2016. Alvin Indra Al Fariz merupakan aktivis organisasi buruh.
Mereka disangkakan dengan Pasal 107 KUHP tentang makar juncto Pasal 110 KUHP tentang pemufakatan jahat, juncto Pasal 87 KUHP tentang permulaan pelaksanaan makar.
Sementara itu, dalam keterangan tertulis di Jakarta, tokoh nasional, Rachmawati Soekarnoputri meluruskan informasi yang mengatakan, dirinya pernah hadir dalam diskusi yang diselanggarakan Rumah Amanah Rakyat di Jalan Cut Nyak Dien, Menteng, Jakarta Pusat.
Informasi mengenai kehadiran putri Bung Karno di Rumah Amanah Rakyat itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan (Senin, 9/1/2017) terkait pemeriksaan ekonom, Ichsanuddin Noorsy.

Seperti diberitakan sejumlah media, Kombes Argo mengatakan bahwa pihaknya memeriksa Noorsy karena yang bersangkutan pernah bertemu dengan Rachmawati di Rumah Amanah Rakyat.

"Ibu Rachma tidak pernah menghadiri diskusi dan atau jadi pembicara dalam diskusi di Rumah Amanah Rakyat seperti yang dikatakan pihak Polda Metro Jaya. Sebetulnya, polisi bisa tanya soal ini ke pengelola Rumah Amanah Rakyat, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto," ujar Jurubicara Rachmawati, Teguh Santosa, dalam keterangan yang diterima redaksi Selasa (9/1/2017).
"Ibu Rachma memrotes keras tuduhan yang disampaikan polisi soal makar ini. Beliau sudah memberikan kerangan yang cukup jelas menyangkut semua tuduhan dalam dua kali pemeriksaan. Ibu Rachma merasa ada upaya untuk terus memojokkan dirinya dengan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar ini," ujar Teguh lagi.
Noorsy, menurut Teguh, hadir dalam pertemuan terbuka yang diselenggarakan pada tanggal 20 November 2016 di Aula Ir Soekarno, kampus Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta.
Banyak aktivis yang hadir dan bicara dalam pertemuan itu.

Media massa pun dengan bebas bisa meliput kegiatan itu.

Rachmawati juga sudah memberikan penjelasan mengenai pertemuan tanggal 20 November 2016.
Tidak ada agenda khusus yang dibahas, kecuali dua hal. Yakni, bela Islam dengan mengawal kasus penistaan agama yang dilakukan Basukin Tjahaja Purnama alias Ahok, dan bela negara dengan menyerahkan petisi kembali ke UUD 1945 yang asli.
Rachmawati menilai, amandemen terhadap konstitusi yang dilakukan sebanyak empat kali dari tahun 1999 hingga 2002 sebagai akar dari berbagai masalah yang dihadapi Indonesia.
Amandemen ini membuat pemerintah tidak memiliki kemampuan melindungi warganegara.
Pikiran agar Indonesia kembali menggunakan UUD 1945 yang asli sudah lama dibicarakan Rachma, termasuk saat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI di era Susilo Bambang Yudhoyono.
"Waktu itu, Ibu Rachma sama sekali tidak pernah dituduh makar. Mengapa sekarang aspirasi kembali ke UUD 1945 yang asli disamakan dengan tindakan makar dan upaya menjatuhkan pemerintahan yang syah? Ini kan aneh," kata Teguh.





var obj0=document.getElementById("ads12494991462873770656"); var obj1=document.getElementById("ads22494991462873770656"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: