Ahok Ungkap Sendiri Berwatak Suka Menuduh dan Munafik

Loading...


garda cakrawala Debat perdana yang digelar KPUD Jakarta menunjukkan watak asli cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama. Ahok, begitu ia disapa, berwatak suka menuduh, mencap negatif, dan seorang munafik. 

Begitu disampaikan Ferdinan Hutahean dari Rumah Amanah Rakyat. Soal watak Ahok yang suka menuduh nampak dari pertanyaan Ahok kepada Agus Harimurti Yudhoyono; bagaimana cara AHY mengatasi dana RW1 miliar tidak menjadikan para pengurus RT/RW masuk penjara?

Menjawab pertanyaan Ahok, AHY menyampaikan, "Beginilah kalau pemimpin selalu curiga pada rakyatnya, berpikir memenjarakan rakyatnya".

"Benar jawaban AHY. Ahok tampaknya mencurigai rakyat yang menjadi pengurus RT/RW. Mencurigai mereka dengan negatif dan sepertinya Ahok berpikir hanya dirinya yang baik. Para pengurus RT/RW tidak baik dan bila diserahi amanah mengelola dana RW sebesar 1 Miliar akan dikorupsi sehingga masuk penjara," papar Ferdinand.

Apalagi, kata dia, sikap curiga terhadap warga Jakarta bukan sekali saja dipertontonkan oleh Ahok. Ahok bahkan pernah menyebut Yusri Isnaeni, ibu muda dari Koja, dengan sebutan maling yang mengadukan adanya pemotongan 10 persen saat mencarikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik anaknya.

"Jika pemimpin sudah menanamkan stigma bahwa rakyatnya tidak bisa dipercaya dan harus dicurigai, maka siapapun itu sangatlah tidak layak menjadi pemimpin dan tidak layak juga dipercaya," kata Ferdinand lagi.

"Apakah Ahok sudah lupa dengan kasus RS Sumber Waras? Semoga Ahok masih ingat kasus itu karena hingga saat ini kasusnya masih bergulir di KPK dan segala kemungkinan bisa menempatkan Ahok sebagai tersangka," sambung dia.

Keunikan dan kemunafikan lainnya, masih kata Ferdinand, adalah saat Ahok menyampaikan jawaban atas pertanyaan dari moderator Ira Koesno tentang integritas. Ahok menjawab integritas adalah memimpin dengan santun. Sementara, publik tentu mengenal karakter Ahok selama memimpin DKI Jakarta. Publik tidak akan lupa ketika di sebuah stasiun TV, Ahok bicara kasar berkali-kali menyebut kata tai* yang sangat tidak patut diucapkan oleh siapapun apalagi oleh seorang kepala daerah.

Publik juga diyakini Ferdinand, masih ingat berbagai macam kata dan kalimat Ahok yang tidak santun lainnya. 

"Ahok sesungguhnya sedang mengampanyekan dirinya untuk tidak usah dipilih, karena Ahok tidak santun. Menjadi pemimpin harus santun kata Ahok tadi malam, padahal dirinya tidaklah santun," katanya.

Selain sifat curiga dan tidak santun, Ahok juga menciptakan kemelut yang menyinggung dan mengganggu kebinekaan dengan mengusik keimanan agama Islam tentang Surat Almaidah 51 yang kini menempatkan Ahok sebagai terdakwa di Pengadilan. 

"Curiga, tidak santun dan menciptakan kemelut ditengah rakyat, itulah sikap tak layak untuk jadi pemimpin, maka tidak layak jugalah rakyat memilihnya jadi pemimpin," imbuhnya.

Terakhir, Ferdinand menyoal ketidakberanian Ahok menjawab pertanyaan dari moderator soal pencapresan 2019. Meski pertanyaan tersebut tidak patut ada dan dipertanyakan karena terkesan mengamputasi hak politik warga negara, sikap Ahok yang menugaskan wakilnya Djarot untuk menjawab jadi pertanyaan.

"Ada apa dengan Ahok? Mungkinkah sudah bermimpi untuk jadi Capres atau Cawapres 2019 nanti?" demikian Ferdindan.[dem]






loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...