Cyber Crime, 7 WNA Tiongkok Pasrah Diciduk Polisi di PIK‎


garda cakrawalaPihak Polsek Metro Penjaringan, dan Polres Metro Jakarta Utara, menciduk sebanyak tujuh orang yang merupakan warga negara asing (WNA) berasal dari Tiongkok, di sebuah rumah elit yang berdiri di wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK), Komplek Kataraman, tepatnya di Jalan Trimatan VI nomor 23 RT 008/007, Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu (21/1) pagi lalu.
Para pelaku berinisial CZH (25), LX (25), WLY (26), XLS (38), CY (21), SH (18), dan WM (22) ini diduga kuat selama 10 hari di rumah mewah berlantai dua tersebut melakukan tindak pidana sindikat penipuan bertaraf internasional.
Terpantau ada enam pria dan satu wanita asal Tiongkok itu hanya bisa tertunduk malu di depan awak media. Malahan kesemua pelaku tersebut tak satupun yang bisa berbahasa Indonesia dengan fasih.
Diketahui, penangkapan dilakukan pihak kepolisian terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Selain dugaan melakukan sebuah tindak penipuan melalui alat-alat elektronik, ketujuh orang ini juga telah melanggar izin tinggal di Indonesia.
Salah seorang petugas kemanan setempat, yang bertugas di Kawasan komplek mewah itu mengaku tak tahu menahu lebih jauh terkait kegiatan di dalam rumah tersebut. Selain itu pria bertubuh tegap ini juga menerangkan apabila para WNA tersebut juga tak pernah bersosialisasi hingga jarang keluar rumah.
"Jadi memang sudah 10 hari mereka-mereka itu tinggal di rumah tersebut. Saya juga enggak tahu menahu ya, terkait kegiatan mereka di dalam tuh bagaimana. Soalnya mereka juga jarang keluar rumah, apalagi sosialisasi," ungkapnya, Selasa (24/1/2017).
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol M Awal Chairuddin membenarkan ada dugaan kuat terkait ketujuh WNA tersebut, melakukan tindak pidana penipuan bertaraf internasional menggunakan alat elektronik.
"Sebanyak 7 orang Warga Negara Asing (WNA). Para WNA ini selain menyalahi izin tinggal, dibenarkan dugaan tindak pidana penipuan atau cyber crime dilakukannya di wilayah ini. Terhitung sudah 10 hari mereka-mereka ini menetap di sini. Ada berbagai macam peralatan elektronik, komputer, modem, telepon dan alat elektronik lainnya yang langsung dibawa dari negara asalnya. Tujuh dari mereka ini, seorang wanita," papar Awal saat didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Yuldi Yusman di lokasi.
Dikatakan Awal kembali, di dalam rumah tersebut ditemui sejumlah alat elektronik berupa 5 unit Komputer, 1 Laptop merk Apple, 7 buah pasport WNA Tiongkok, 12 ribu kartu perdana seluler, 12 modem Pull, 1520 lembar uang Peso, 141 lembar uang Yuan, dan juga 1000 lembar uang Dollar Hongkong. Dijelaskan Awal atas perbuatan ketujuh pelaku tersebut, jeratan Pasal 122 Huruf a Undang-Undang Tahun 2011 tentang keimigrasian serta kurungan penjara selama 5 tahun.
"Kami menyerahkan ke 7 WNA ini ke pihak Dirjen Imigrasi Jakarta untuk ditangani lebih lanjut, serta dikembangkan," tutup Awal.
sumber:tribun




var obj0=document.getElementById("ads14026752239874254639"); var obj1=document.getElementById("ads24026752239874254639"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: