DPR Didesak Segera Sahkan RUU Larangan Minuman Beralkohol



garda cakrawala -  DPR diminta serius menyelesaikan pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol (LMB) dan segera mengesahkannya di awal 2017 ini. Pasalnya, hingga akhir 2016 rancangan undang-undang itu belum juga menujukkan indikasi akan disahkan oleh DPR.
"RUU LMB ini sudah cukup mendesak diterapkan mengingat pelanggaran terkait miras belakangan ini semakin marak saja di Indonesia," ujar Ketua Umum Genam Fahira Idris dalam keterangannya, Minggu (1/1).
Dia tidak mengerti tarik-menarik seperti apa yang terjadi dalam pembahasan RUU LMB sehingga molor hingga setengah tahun. Namun yang pasti, pelanggaran miras di daerah-daerah menurutnya semakin mengkhawatirkan.
Buktinya, menjelang pergantian tahun, dari hasil operasi, kepolisian berhasil menyita ribuan botol miras di berbagai daerah. "Mau sampai kapan negara ini tidak ada aturan miras setingkat undang-undang. Mau nunggu sampai berapa nyawa melayang akibat miras," tegas Fahira.
Menurutnya,  UU tentang LMB sangat diperlukan. Sebab, peraturan Menteri Perdagangan tentang pelarangan penjualan miras di minimarket tidak cukup untuk menghentikan laju peredaran miras. Karena, selain tidak komprehensif juga tidak ada sanksi berat apalagi denda dan pidana bagi yang melanggarnya.
Begitupula dengan Perda Miras. Masih banyak daerah yang belum biaa mengontrol laju penjualan miras yang begitu bebas. "Itulah kenapa perlu regulasi miras setingkat undang-undang, karena bisa berlaku dan diterapkan secara nasional," pungkas Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD itu. (dna/JPG)jawapos






Subscribe to receive free email updates: