Anies Siap Pulangkan Ahok ke Kampungnya



garda cakrawala - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga untuk sama-sama menyelamatkan Jakarta dari kepemimpinan Pemprov DKI saat ini.
Apalagi, kata Anies, saat ini nilai rapor kinerja Pemprov DKI Jakarta merah. 

"Kalau rapornya merah diluluskan apa enggak? Enggak usah ikut lagi. Tapi kalau maksa mau ikut, ya terpaksa kita hentikan," kata Anies saat bertemu dengan alumni Universitas Indonesia di Inn Sofyan Hotel, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1).

Anies mengatakan dia dan cawagub, Sandiaga Uno, tak ingin menantang pasangan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat.
Dia hanya ingin menghentikan petahana. 
"Dengan rapor merah itu kita ganti saja. Jadi beliau (petahana) kita siapkan untuk kembali ke kampung halaman, dan Jakarta dibebaskan dari kotak-kotak," ujar Anies.
Anies mengatakan, materi debat kedua pada Jumat (27/1) lalu merupakan hasil diskusi dengan banyak pihak.
Data dan kutipan itu merupakan copy-paste dari beberapa pihak yang ikut berdiskusi.
"Nanti tanggal 15 (Februari 2017) bergerak semua dengan peran masing-masing agar Jakarta bisa berubah dan petahana dicukupkan tugas sampai di sini," kata Anies.
Tertawa
Sementara itu calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama tertawa saat mengetahui cagub nomor tiga Anies Baswesan melontarkan pernyataan siap untuk menggantikan dan memulangkannya ke Belitung.
"Kalau mau pulangin saya boleh lah, he.. he... Tunggu Lebaran beliin tiket boleh lah, he.. he... Tapi nanti dikira gratifikasi lagi," ujar Ahok saat ditemui usai menghadiri sebuah acara di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/1).
Ahok menilai pernyataan Anies sebenarnya salah, sebab dirinya sebenarnya sudah bisa digolongkan sebagai warga Jakarta, jauh sebelum menjadi Gubernur DKI.
Menurut Ahok, dirinya dibesarkan di Jakarta dan sebagian besar hidupnya juga dihabiskan di ibu kota.
"Saya orang Jakarta. Saya SMA di Jakarta, S1 di Jakarta, S2 di Jakarta, kerja di Jakarta, menikah di Jakarta, anak-anak saya lahir di Jakarta, semua akta lahirnya di Jakarta. Cuma saya memang lahir di Belitung, benar," ujar Ahok.
Ahok ngeri
Sedangkan saat menghadiri acara "Pembekalan Penggerak Militan Wanita Ka'bah yang diadakan DPP PPP Kubu Djan Faridz, di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/1), Ahok sempat menceritakan saran seorang koleganya yang menyarankannya untuk masuk Islam jelang Pilkada DKI 2017.
Ia menyebut orang yang menyarankannya itu menganggap dengan masuk Islam, maka akan semakin mudah bagi Ahok untuk memenangi Pilkada.
Namun, Ahok mengaku menolak saran tersebut. Karena ia menilai sama saja dengan menggunakan agama untuk kepentingan politik.
"Pura-pura mualaf demi jadi gubernur, ngeri saya. Mending apa adanya. Kan kekuasaan Tuhan yang ngasih," kata Ahok disambut tepuk tangan peserta acara.
sumber:tribun




var obj0=document.getElementById("ads16668385926271746979"); var obj1=document.getElementById("ads26668385926271746979"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: