Jokowi Ingin Orang Asing Pimpin BUMN, DPR: Kayak Anak Bangsa Tidak Ada yang Profesional Saja



garda cakrawala - Anggota Komisi VI DPR RI Sartono Hutomo mempertanyakan rencana pemerintah menempatkan warga negara asing (WNA), pada posisi strategis di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Padahal, menurut Sartono, anak bangsa juga memiliki kapasitas untuk memimpin sebuah BUMN.

"Kayak anak bangsa tidak ada yang mampu menjalankan secara profesional," kata Sartono saat dikonfirmasi, Kamis (5/1/2017).

Padahal, kata Sartono, sejak berdiri hingga sekarang, Indonesia telah melahirkan begitu banyak anak negeri yang berkapasitas tingkat dunia.

Bahkan, salah satu putra terbaik bangsa ini telah mendapat tempat sangat terhormat di Jerman, yakni BJ Habibie.
Hal paling penting dalam pengelolaan sebuah BUMN, kata Sartono, jangan ada satu pihak pun yang ikut campur, apalagi mengganggu seluruh jajarannya untuk mencapai tujuan.
"Note, yang penting jangan dirusuhi di dalam menjalankan perusahaan pelat merah itu," tuturnya.
Sartono juga menjelaskan bahwa BUMN bukanlah alat untuk memenuhi kepentingan suatu kelompok semata.
BUMN merupakan salah satu cara republik ini berbisnis, agar keuntungan yang diperoleh dapat dinikmati seluruh anak negeri.
"Dalam arti jangan terkooptasi kepentingan penguasa," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mewacanakan pekerja asing menduduki jabatan strategis di BUMN.
Menurut Jokowi, BUMN harus memiliki semangat kompetisi yang kuat dan sehat, agar BUMN dapat terus maju dan berkembang secara optimal.
"Saya bahkan ingin ada tiga atau empat bule profesional yang memimpin perusahaan BUMN, agar orang-orang kita belajar serta termotivasi dan berkompetisi dengan adanya orang-orang asing itu," tutur Presiden pada jamuan santap siang dengan para pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (3/1/2017) lalu. (*)





Subscribe to receive free email updates: