Kata Ketua MUI, Ahok Tak Cukup Diberi Teguran

Loading...



garda cakrawala Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat Ma'ruf Amin menyampaikan alasan pihaknya mengeluarkan sikap keagamaan yang menyebut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan penghinaan terhadap Alquran.

Dikatakan Ma'ruf, keluarnya sikap keagamaan itu lantaran teguran yang diberikan MUI Jakarta pada Ahok soal ucapan Al Maidah ayat 51 dirasa tak cukup.

"Kasusnya bukan hanya DKI, tapi berdimensi nasional," kata Ma'ruf saat bersaksi dalam sidang lanjutan ke-8 kasus penodaan agama Islam oleh Ahok, di Auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan (Selasa, 31/1).

Tim penasihat hukum Ahok memang mempertanyakan beda sikap antara MUI DKI dengan MUI pusat. Bila MUI DKI mengeluarkan teguran terhadap Ahok, MUI pusat mengeluarkan sikap keagamaan.

"Teguran ya teguran sudah disampaikan dan berlaku. Jadi Saya katakan tidak ada pertentangan, silang pendapat dengan MUI pusat. MUI tidak melanggar aturan, melainkan mengawal melalui cara persidangan hukum di Indonesia," kata Ma'ruf.

Ma'ruf menyebut MUI daerah diberi kewenangan mengeluarkan sikap namun tidak boleh bertentangan dengan garis kebijakan MUI pusat. Teguran MUI DKI kemudian menjadi salah satu dasar dikeluarkannya sikap keagamaan MUI.

"Teguran DKI itu belum merespon tuntutan masyarakat. Tuntutan itu harus merupakan pendapat keagamaan sehingga bisa diketahui proses penegakan hukum. Tidak cukup (teguran)," tegas Ma'ruf.

"Teguran itu adalah hak MUI DKI itu produknya teguran, MUI pusat untuk memastikan ada penghinaan atau tidak."
sumber:rmol





loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...