Kisah Ahok Menikmati Pusing-pusing di Persidangan

Loading...


garda cakrawalaersidangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) rutin digelar setiap Hari Selasa. Sidang yang mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi hingga larut malam ini terkadang membuat Ahok pusing.

Sidang keenam kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok kembali digelar di Gedung Kementan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pada persidangan ini, ada enam saksi yang rencananya akan dimintai keterangan oleh majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto ini. Dua orang saksi merupakan polisi yang mengetik BAP saksi. Majelis hakim juga memerintahkan polisi tersebut membawa buku register.

Pemeriksaan saksi-saksi di sidang Ahok berlangsung bahkan hingga larut malam. Ahok enggan berkomentar menanggapi persidangan. Lewat kuasa hukumnya, Ahok keberatan dengan keterangan yang disampaikan saksi dari jaksa penuntut umum (JPU).

Menghadapi rutinitas persidangan, Ahok mengaku menikmati setiap rangkaian persidangan nan panjang ini. "Tiap Selasa saja sidang sampai malam pusing-pusing saya. Tiap Senin saya harus baca BAP, belajar lagi. Dikasih BAP tebal-tebal oleh pengacara saya. Saya nikmati saja ya," cerita Ahok.


Berikut 3 kisah Ahok:
Ahok mengaku sidang tersebut tak jarang membuatnya pusing. Namun Ahok juga bisa menikmati jalannya sidang tersebut.

"Tiap Selasa saja sidang sampai malam pusing-pusing saya," kata Ahok dalam acara bedah buku 'A Man Called Ahok' di Balai Pertemuan Umum (BPU) Ruma Gorga Mangampu Tua 2, jalan H Kamad, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (16/1/2017).

Yang membuat Ahok pusing karena setiap Senin, dirinya harus membaca berita acara pemeriksaan (BAP) yang tidak tipis. Dia menganggap, membaca BAP tersebut sebagai kuliah singkat mata kuliah hukum.

"Tiap Senin saya harus baca BAP, belajar lagi. Dikasih BAP tebal-tebal oleh pengacara saya," ungkap Ahok.

"Saya anggap semua pelajaran, pendidikan," lanjutnya.

Namun, Ahok mengaku dirinya betah harus duduk dari pagi hingga malam dalam sidang. Alasannya, karena dia suka mendengarkan orang-orang berbicara. Bahkan dirinya menyamakan sidang tersebut dengan kuliah, bedanya dia tidak bisa bercanda.

"Saya duduk saja dari pagi sampai sore betah. Soalnya saya suka belajar, kuliah. Bedanya saya nggak berani bercanda di sidang soalnya takut ditegur hakim," kata Ahok.

"Saya nikmati saja ya," lanjutnya.
Sidang keenam hari ini masih dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Anggota tim kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna, mengatakaan ada empat orang saksi pelapor yang akan dihadirkan oleh JPU. Selain itu ada juga dua penyidik dari Polres Kota Bogor yang akan dimintai keterangan.

"Hari ini pemeriksaan saksi enam orang. Terdiri dua polisi Polres Bogor dan empat saksi pelapor Jaksa Penuntut Umum," kata Sirra saat dihubungi detikcom, Selasa (17/1/2017).

Dua orang penyidik Polresta Bogor itu dipanggil berdasarkan keterangan saksi Wilyudin Abdul Rosyid Dhani pada Selasa (10/1) pekan lalu. Saat itu Wilyudin mengakui ada salah ketik karena ada ketidaksesuaian data antara laporan dengan berita acara pemeriksaan (BAP) mengenai lokasi kejadian dan tanggal kejadian.

"Dua penyidik Polres Bogor yang akan dipanggil yaitu Brigadir Polisi Kepala Agung Hermawan dan Briptu Ahmad Hamdani," ujar Sirra.

Hari ini Wilyudin pun dijadwalkan akan kembali memberikan keterangannya. Selain dia ada tiga saksi pelapor lain yang akan dimintai keterangan yaitu Ibnu Baskoro, Muhammad Asroi Saputra dan Iman Sudirman.
Berbeda dengan sidang sebelumnya, Ahok kali ini memilih tidak memberikan pernyataan saat sidang kelima yang berlangsung hingga tengah malam.

Ahok dan tim pengacara keluar dari auditorium gedung Kementerian Pertanian, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 00.00 WIB, Rabu (11/1/2017). Dia sempat berdiri bersama tim pengacara dan juru bicaranya Triana Dewi Seroja lalu bergegas meninggalkan lokasi.

"Bapak Basuki Tjahaja Purnama keberatan dengan keterangan saksi Irena mengenai tuduhan penodaan agama yang dilakukan Bapak Basuki Tjahaja Purnama pada saat doorstop di Balai Kota, DPP Nasdem, E-book Merubah Indonesia, video Youtube di Pulau Seribu," kata Triana.

Selain itu, Triana juga menyatakan Ahok keberatan atas pernyataan saksi yang mengatakan pidato di Kepulauan Seribu terkait kampanye Ahok. "Faktanya itu adalah kunjungan kerja dan tidak ada kampanye," ujarnya.

Sidang kelima Ahok menghadirkan 4 saksi dari pihak jaksa penuntut umum. Keempat saksi yang hadir adalah Pedri Kasman, Irena Handono, Muhammad Burhanuddin, dan Willyuddin.







loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...