Kok bisa Ya,Penyuap Patrialis Punya Stempel Kementerian


garda cakrawala - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan suap yang menjerat hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar.
Petugas menemukan cap sejumlah kementerian serta organisasi internasional yang berkaitan dengan importasi daging sapi dari kantor Basuki Hariman di Sunter, Jakarta Utara.
Basuki adalah pengusaha impor daging yang diduga menyuap Patrialis.
“Tim menemukan ada 28 cap atau stempel,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Kantor KPK Senin (30/1/2017).
Febri mengatakan, cap yang ditemukan di antaranya yakni Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, cap Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, hingga cap organisasi internasional yang bergerak dalam sertifikasi halal, di antaranya yakni Australian Halal Food.

KPK belum bisa menyimpulkan apakah cap tersebut dipalsukan. KPK juga belum bisa menyimpulkan apakah ada keterlibatan pihak-pihak yang ada di cap tersebut dengan perusahaan milik Basuki.

“Ini adalah salah satu barang yang akan kita telusuri lebih lanjut,” ujar Febri.
Kemarin KPK memeriksa tiga tersangka kasus suap ini. Tersangka pertama yang datang diperiksa yakni NG Fenny, menyusul kemudian Basuki Hariman dan yang terakhir adalah Kamaludin.
Febri mengatakan, ketiganya diperiksa secara silang dalam kasus dugaan suap pemulusan uji materiil Undang-Undang nomor 14 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan.
Pindah alamat
Ruko tempat kantor CV Sumber Laut Perkasa yang diduga dimiliki oleh pengusaha, Basuki Hariman, ternyata sudah berpindah alamat.
Padahal, dikabarkan alamat CV Sumber Laut Perkasa berada di Kompleks Ruko Royal Sunter Blok F / 42, Jalan Danau Sunter Selatan, RT.10/RW.11, Sunter Jaya, Jakarta Pusat.
Selain CV Sumber Laut Perkasa...
sumber:tribun




Subscribe to receive free email updates: