KSPI: Menaker Selalu Sangkal Fakta Lapangan Soal TKA Cina



garda calkrawala Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan data jumlah tenaga kerja asing (TKA) asal China yang disodorkan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dakhiri ke Presiden Jokowi tidak valid.

Sebab, data sementara yang dia miliki, TKA ilegal asal China sesungguhnya mencapai ratusan ribu orang.

"Menaker ini dari dulu selalu mengadu data-data dan menyangkal fakta-fakta di lapangan," kata Iqbal di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (5/1).

Dia menjelaskan, keberadaan TKA asal China sudah sangat meresahkan buruh-buruh yang merupakan warga negara Indonesia.

Pasalnya, menurut dia, pekerjaan yang sesungguhnya tidak memerlukan keterampilan khusus sudah diisi oleh buruh-buruh dari China.

"Data kami menyatakan ada 46 ribu orang di PHK hingga Maret 2016, tetapi Menaker menyangkal dan menyatakan bahwa hanya 2700," tuturnya.

Dia menilai, data yang dimiliki Kemenaker adalah data pasif yang didapat dari Dinas Tenaga Kerja Kota dan Provinsi yang hanya menyangkut TKA asing yang memiliki keterampilan.

"Mereka (Disnaker kota) itu kan menunggu. Jadi tidak mungkin perusahaan yang mempekerjaan TKA itu melapor ke Dinas. Ilegal mana mungkin dilaporkan," pungkasnya. [dka]






var obj0=document.getElementById("ads17663578696938502449"); var obj1=document.getElementById("ads27663578696938502449"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: