Lagi-lagi Pasha Ungu Berulah Sewa Rumah Semiliar, Meski Sudah Dikasih Rumah Dinas


garda cakrawwalaBelum setahun menjabat, sejumlah kontroversi telah dibuat Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sigit Punomo Said alias Pasha "Ungu".
Kini, Pasha dikritik lantaran ngontrak rumah mewah di kompleks perumahan elite Citraland, Palu, padahal dia telah disediakan rumah jabatan.
Legislator di DPRD Kota Palu mendesak pemerintah kota setempat untuk tidak membayar biaya kontrakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palu.

Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Palu, Ridwan H Basatu menyatakan, Pemerintah Kota Palu telah menyediakan rumah jabatan di Jalan Balai Kota Selatan, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Pemerintah Kota Palu jangan membayar kontrakan pribadi Sigit Purnomo Said yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu di kompleks hunian elit Citra Land, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore," kata Ridwan, Rabu (11/1/2017), sebagaimana dikutip dari Antara Sulteng.

Menurut dia, rumah kontrakan pribadi Pasha tidak boleh dibebankan atau dibayar dengan dana APBD Kota Palu karena akan menjadi masalah dalam penggunaan anggaran daerah.

Politikus Partai Hati Nurani Rakyat itu mengakui, saat rapat asistensi anggaran di DPRD, awalnya bagian rumah tangga dan umum di Sekretariat Daerah Kota Palu enggan mengakui bahwa APBD digunakan untuk membayar kontrakan hunian elite Palu.
Bagian Umum dan Rumah Tangga Sekretariat Daerah Palu, urai dia, mengakui adanya penggunaan APBD untuk pembayaran hunian elit tersebut, setelah DPRD menelusuri, mengkaji dan evaluasi secara seksama adanya dugaan penggunaan APBD.
"Kami pernah dipanggil makan oleh bagian umum dan rumah tangga Setda Pemkot Palu atas hal itu, namun kami menolak. Mereka telah membohongi kami karena awalnya tidak mengakui adanya penggunaan APBD," katanya menjelaskan.

Dirinya juga mendesak Pasha untuk tidak menggunakan anggaran daerah membayar atau melunasi kontrakan hunian elit seharga lebih dari Rp 1 miliar per tahun karena bukan rumah dinas.

Ia menegaskan bahwa kontrakan pribadi Pasha tidak ada kaitannya dengan pemerintah daerah atau keuangan daerah, sehingga tidak boleh sewenang-wenang menggunakan anggaran untuk kepentingan pribadi.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Kota Palu masih membutuhkan banyak sarana dan prasarana yang harus dilengkapi dan dibangun untuk kesejahteraan masyarakat, ketimbang membiayai kepentingan pribadi.
Pasha sempat jadi bahan gunjingan di kalangan netizen.

Hal tersebut dipicu sebuah foto mirip dirinya berpakaian beserta atribut, dianggap tidak sesuai dengan tempatnya.

Foto itu di-posting akun Romeo Alfa Kilo pada Faceebok sejak, Rabu (13/4/2016).
Berikut ini fotonya.
20160416 Pasha Ungu
Sebuah foto dengan wajah Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo atau yang lebih dikenal dengan nama Pasha Ungu beredar di media sosial Facebook lewat akun Romeo Alfa Kilo.
Akun Romeo Alfa Kilo lalu memberi keterangan:
Entah harus tertawa atau menangis liat Pak Wawali dgn tampilan yg antah berantah ini,
1.pake pin praja wibawa(satpol pp)
2.pake wing marinir
3.pake lencana pelopor lantas
4.tongkat komando
5.setelan jas yg di padu padankan dgn jeans dan belt ala rocker.
Pertanyaan saya:
Ke mana Humas, Protokol, atau Ajudan beliau? kenapa tdk diingatkan atau diberitahukan mengenai tata aturan penggunaan seragam dan lambang atribut?
Entahlah.
Melihat posting-an foto tersebut beserta membaca keterangannya, sejumlah facebookers meledek vokalis grup band Ungu tersebut.
Akun Alvian Yorand Nengkos menulis komentar, "Hahahahaha.... lucunya pesohor di negeriku... aneh2."
Akun Donny Manuaron menulis komentar, "Humas, protokol dan ajudan lagi tidur komandan."
Akun Ivone Patricia Rundengan Sstp menulis komentar, "haduh ampun deh, untung dia nd pake pin purna disitu haha, jgn sampe, kacau kacau."
Namun ada pula mengoreksi keterangan dari Romeo Alfa Kilo.
Akun Ibra Csp menulis, "Konfirmasi bang...kalau yg dipasang itu bukan wing marinir.. tapi brevet scuba diver.. buat kualifikasi menyelam... wing itu buat terjun para dasar... dan untuk freefall ada lagi... kalau di surabaya.. Basarnas ada yg sudah terjun juga... tapi.. kembali ke pasha ungu... yaaaaaah.. namanya juga artis... art... seni... bebas.... hahaa... kata orang jawa... sekarepmu pak le ' ..sing penting wong cilik sejahtera."
Melihat Pasha dipojokkan, sebuah akun bernama Nizam Aly berkomentar.
Pada biodata akun, pemilik akun mengaku sebagai Kasubag Protokol Pemerintah Kota Palu.
Namun, dalam komentarnya, dia tak memberi klarifikasi tapi hanya sekadar kelakar.
"Romeo Alfa Kilo pace ko boleh jd protokol di kota palu kah.,ko ganti sa sdh," tulisnya.
Ketika pakaian suami Adelia Wilhelmina itu digunjingkan, akun Hery Sasmita malah membandingkan dengan seorang mirip Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang salah menempatkan pin Korpri.
Sebuah screenshot tayangan Kompas TV pun menjadi bahan gunjingan.
Pada screenshot itu Tjahjo terlihat menempatkan pin Korpri di bawah name tag pada bagian dada kanan bajunya.
Seharusnya, pin tersebut pada dada kiri.
"Drpd ky Mendagri.. Korpri di bawah papan nama." tulis akun Hery Sasmita.
Hingga kini, belum ada konfirmasi tentang foto tersebut langsung dari Pasha dan Tjahjo guna menjelaskan apakah foto itu asli atau bukan.
Sebelumnya, sejumlah pegawai negeri sipil Kota Palu, Sulawesi Tengah menyayangkan sikap Pasha yang marah saat memimpin upacara, Kamis (18/2/2016).
Kejadian itu berlangsung ketika Pasha memimpin upacara apel kesadaran di Balai Kota Palu, pagi tadi.
Begitu memasuki podium, ia melihat banyak pegawai di depan, samping, dan belakangnya tertawa.
"Apa motif saudara-saudara tertawa terbahak-bahak? Saya malu karena ada yang tertawa terbahak-bahak, saat saya masuk. Next (selanjutnya), saya tidak mau ini terulang lagi. Polisi Pamong Praja harus mengecek yang tertawa itu. Jelas? Jelas? Jelas?" kata Pasha dengan nada tinggi.
Beberapa PNS yang mengikuti upacara menanggapi berbeda reaksi Pasha di atas podium itu.
Sebagian di antaranya mengatakan wajar bila peserta upacara tertawa karena gembira melihat artis yang menjadi wakil wali kota tersebut.
"Banyak sekali pegawai di sini yang baru pertama kali melihat wajahnya secara langsung sehingga spontan menyambut dengan tawa karena gembira saat beliau pertama kali naik podium," kata seorang pegawai senior seperti dikutip Antara.
Pegawai lainnya menyambut baik upaya wakil wali kota mengingatkan pegawai untuk disiplin saat mengikuti acara-acara resmi.
Namun, teguran yang disampaikan pada upacara hari ini semestinya bisa dilakukan dengan lebih halus.
"Hanya saja, seyogianya teguran seperti ini hendaknya disampaikan tidak dengan nada keras dan emosional seperti itu. Kan bisa dikemukakan dengan ucapan yang lebih halus, tanpa harus teriak-teriak di mikrofon," kata pegawai tersebut disambut anggukan rekan-rekannya.
Pada kesempatan pertamanya memimpin apel, Pasha melakukan kesalahan kecil sehingga ajudan di belakangnya beberapa kali berbisik kepadanya.
Ketika menerima laporan dari komandan upacara bahwa upacara siap dilaksanakan, misalnya, dia menjawabnya dengan kata "laksanakan", padahal seharusnya "lanjutkan".
Hal itu memancing tawa peserta upacara.
Setelah memimpin upacara, dia turun dan menyalami para pejabat yang duduk di kursi VIP, termasuk Sekretaris Pemerintah Kota Aminuddin Atjo dan kepala satuan kerja perangkat daerah.
Ia juga menyerahkan penghargaan kepada beberapa aparatur sipil negara yang masuk masa purnabakti dan santunan kematian serta beasiswa dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada peserta program padat karya pengentasan kemiskinan di Palu.





var obj0=document.getElementById("ads15207520745017730695"); var obj1=document.getElementById("ads25207520745017730695"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: