Mantap!!Bupati Sukabumi Keluarkan Aturan Salat Awal Waktu, Masjid Jadi Penuh



garda cakrawalaSuasana di Masjid BLUD RSU Sekarwangi makin ramai dipadati jamaah. Suasana itu tampak pasca terbitnya Surat Edaran Bupati Sukabumi terkait salat awal waktu bagi seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sukabumi.

Para pegawai rumah sakit dan juga keluarga pasien tampak memadati setiap sudut ruangan masjid bila waktu salat tiba. Pantauan Radar Sukabumi (Jawa Pos Group), sebelum azan duhur berkumandang, baik petugas rumah sakit maupun keluarga pasien, sudah memenuhi area masjid.

Sebagian ada yang langsung mengambil air wudu, sebagian lainnya beristirahat di pelataran masjid. “Sebelum adanya SE juga, kondisi masjid setiap waktu salat seperti ini, penuh. Apalagi sekarang diperkuat dengan adanya SE,” ujar Kabid Pelayanan RSUD Sekarwangi, Cecep Sutisna kepada Radar Sukabumi.

Menurut Cecep, memang sudah selaiknya, selaku muslim menjalankan salat itu di awal waktu. Mengingat, salat merupakan kewajiban yang diberikan Allah SWT kepada manusia selaku makhluk di muka bumi ini. Konsekuensinya, jika ditunda-tunda apalagi ditinggalkan, tentunya sudah ada sanksi yang Allah siapkan.

“Kewajiban secara individual salat ini harus disegerakan. Karena pada prinsipnya, ada konsekuensi jika meninggalkan ataupun mengerjakan,” tambahnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Cibadak, Tatep Iskandar mendukung penuh dengan adanya surat edaran Bupati terkait PNS yang harus meninggalkan segala aktivitas untuk melaksanakan salat pada awal waktu. Meskipun, anjuran itu terlebih dahulu dianjurkan oleh agama.

“Di sini bukti adanya sinergitas antara umaro dan ulama. Kami dukung penuh surat edaran ini,” timpalnya. Dengan menaati aturan itu, lanjut Tatep, akan mencerminkan sikap seseorang dalam hal bertanggung jawab pada tugas dan kewajibannya.

Secara regulasi, Bupati dapat menilai sejauh mana tingkat konsistensi dan pertanggungjawaban anak buahnya dalam menjalankan tugas selaku PNS. 

“Harusnya diabsen juga tuh, mana yang suka salat awal waktu dengan yang tidak. Karena, kalau kita lihat, yang menyegerakan salat akan lebih bertanggung jawab terhadap tugas dan tanggung jawabnya dibanding yang tidak,” singkatnya. (ren/yuz/JPG)
JAWAPOS







Subscribe to receive free email updates: