Naik Kuntilanak Bayar Rp 50 Ribu, Hi hi hi hi hi...



garda cakrawalaKartius, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat  yang baru dilantik, langsung membuat gebrakan untuk mendongkrak perkembangan Kota Pontianak.
Sebab, mantan Kepala BKD Kalbar itu menyebut pariwisata di Kota Khatulistiwa itu tidak berkembang.
“Tempat-tempat di Pontianak tidak bisa diandalkan dan tidak ada yang menarik atau membuat kesan untuk menarik orang (wisatawan) datang lagi,” ucap Kartius seperti diberitakan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).
Sebagai konseptor dunia pariwisata di Kalimantan Barat, Kartius menyatakan, dirinya akan membuat gebrakan yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pontianak.
“Ini tugas kita mengemas wisata. Terobosan saya, kalau ada waktu mau mendirikan Tugu Kuntilanak. Nanti tugu itu seperti menara yang tinggi,” ujar Kartius sambil tertawa.
Kartius yakin, Tugu Kuntilanak dapat menarik wisatawan dan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ide itu muncul lantaran dirinya sering berpergian ke beberapa negara yang mengandalkan sektor pariwisata seperti New Zealand dan Guangzhou.
“Di Guangzhou, sekali naik menara harus bayar Rp 200 ribu lebih. Kita di Pontianak bikin Tugu Kuntilanak. Kalau sekali naik bayar Rp 50 ribu dan jika ada ratusan orang naik, berapa duit,” gugahnya.
rang dekat Gubernur Cornelis ini mengingatkan, jangan ada pihak yang mengejek idenya tersebut. Apalagi sampai mengatakan dirinya sepok.
“Kalau ada yang mengolok (mengejek) saya, dia sepok, tidak pernah ke luar negeri,” tukas Kartius.
Menurutnya, negara yang pertumbuhan perekonomiannya bagus adalah mengandalkan dunia pariwisata.
Sedangkan negara yang mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA), pertumbuhan ekonominya agak stagnan. Oleh karena itu, sebagai ibu kota Provinsi Kalbar, Kota Pontianak mesti dipermak.
“Kita tidak punya destinasi wisata menarik, yang ada hanya Tugu Khatulistiwa dan museum. Kebun binatang tidak ada, hutan kota juga tidak ada, yang ada hanya ada hutan Pemprov,” ujarnya.
Padahal, kata dia, Kalbar adalah hutan. Tapi, ibu kota provinsi tidak memiliki hutan kota.
“Ini karena pariwisatanya tidak berjalan,” kritik Kartius.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak, H Sutarmidji SH MHum melalui halaman akun facebook-nya sempat menyinggung soal wacana pembangunan patung Kuntilanak ini.
“Ada yang ingin bangun patung KUNTILANAK, saya terus terang aja dari dulu mikir nih, gimana modelnya ya, soalnya saya belum pernah ketemu, terus kalau dibuat lalu ada yang mirip dengan patung yang dibuat kan bisa marah dia nya atau kuntilanak malah protes nantinya,” tulisnya.
Sutarmidji kemudian mengajak masyarakat melontarkan ide atau pandangan terkait wacana Disporapar Kalbar tersebut.
“Ayo ada yang punya ide atau pandangan tentang wacana dinas Disporapariwisata propinsi yang ingin buat patung Kuntilanak. Atau ada yang pernah liat atau punya gambaran Kuntilanak, tapi kalau yangg merasa mirip jangan koment di sini ye... he he he,” kelakarnya di halaman Facebook Bang Midji. (des/arm)






Subscribe to receive free email updates: