Pelapor Habib Rizieq Diperiksa Polisi

Loading...


garda cakrawala -- Ketua Umum PP-PMKRI, Angelo Wake Kako diperiksa penyidik sebagai saksi pelapor kasus dugaan penodaan agama Imam Besar FPI, Habib Rizieq di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (4/1).
Dalam pemeriksaan itu dia dicecar 19 pertanyaan terkait kasus penodaan agama kristiani tersebut.
"Tadi diperiksa penyidik untuk memastikan lagi soal barang bukti dan juga alasan pelaporan dan kenapa kita merasa terhina terkati pelaporan Habib Rizieq kemarin," kata Angelo, Rabu (4/1/2017).
"Tadi sudah dijelaskan bahwa ceramah yang disampaikan Habib Rizieq itu dalam situasi di mana ada gelak tawa, olokan, ejekan, hinaan terhadap penganut umat Kristiani," kata Angelo.
Dalam pemeriksaan itu, dia pun menyerahkan barang bukti CD yang diambil dari ceramah Habin Rizieq. Seperti yang dilaporkan yaitu bunyi cuitan dari akun Twitter @Sarareya dan Instagram Ahmad Fauzi.
"Ada 19 pertanyaan, ya lebih kepada kenapa tersakiti, dasar pelaporan dan juga untuk menguatkan LP yang sudah diserahkan kepolisian. Akan ada pemeriksaan lanjutan, mungkin secepatnya akan dinaikan ke tingkay yang paling lebih tinggi," ucapnya.
Menurutnya akan ada dua saksi untuk menguatkan pelaporan itu. Untuk saksi ahli sendiri, kata dia, sedang dipersiapkan tim penasehat hukum.
"Kita nggak ada urusan, itu tugas dari polisi. Katolik adalah agama yang diakui di negara Indonesia. Sudah selayaknya semua warga negara wajib saling menghargai, saling menghormati satu dengan yang lain," ungkapnya.
"Sangat disayangkan ketika, salah satu kelompok kemudian menghina, mengejek, mengolok-olokan inti dari Iman salah satu pemeluk agama. Kebetulan hari ini yang terjadi adalah pemeluk agama Kristiani. Apa yang menjadi inti dari iman warga negara disakiti, dihina, dilecehkan, ditertawakan. Ini yang jadi point dari pelaporan kita," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, dilaporkan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) ke Polda Metro Jaya, Senin (26/12/2016). Laporan itu diterima oleh polisi dengan nomor LP/6344/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus.
"Kami melaporkan tiga terlapor, pertama Habib Rizieq Shihab terkait dugaan penistaan agama terhadap umat kristiani pada ceramah beliau," ujar Ketua Umum PP-PMKRI, Angelo Wake Kako di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/12/2016).
Angelo mengatakan di media sosial, pihaknya menemukan video Rizieq berorasi di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Minggu (25/12/2016). Video yang telah beredar luas itu disebut berisi hal yang melukai umat kristiani.
"Katanya 'Kalau tuhan beranak, bidannya siapa'. Jujur sebagai Ketua Umum kami merasa terhina, tersakiti, dengan ucapan kebencian yang dilakukan Saudara Rizieq," ujar Angelo.
Menurut Angelo, sikap Rizieq tidak mencerminkan toleransi dan tidak menghargai keberagaman yang dipupuk oleh para leluhur bangsa. Angelo mengaku perundingan dalam internal PP-PMKRI akhirnya memutuskan Rizieq harus dilaporkan.
"Sudah semalam kami pikir dampaknya. Siapaun dia ya harus berhadapan dengan hukum," ujarnya.

Selain Rizieq, dua yang dilaporkan adalah Fauzi Ahmad selaku pengunggah video di Instagram, dan Saya Reya, pengunggah video di Twitter. Mereka dilaporkan melakukan penistaan agama melalui media elektronik Pasal 156 KUHP dan Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45a ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).(bin)





loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...