Polri Minta Masyarakat Kembalikan Buku Jokowi Undercover ke Kantor Polisi

Loading...


garda cakrawala - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar meminta masyarakat yang telah membeli buku Jokowi Undercover, mengembalikannya kepada kepolisian. 

"Kami saat ini meminta juga kepada masyarakat untuk mengembalikan bagi mereka yang sudah membeli. Jadi dengan hormat, mereka yang sudah membeli, kami mohon itu dikembalikan ke polisi," ujar Boy Rafli Amar di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Jumat (6/1/2017). 

Boy Rafli mengatakan, buku tersebut diminta demi kepentingan penyidikan lebih lanjut terhadap dugaan kasus fitnah Presiden Joko Widodo, dengan tersangka Bambang Tri Mulyono yang merupakan penulis buku tersebut. 

"Karena itu adalah barang bukti. Sudah disebarluaskan di media sosial,” ucap Boy Rafli.
Untuk proses pengembalian, Boy Rafli menjelaskan masyarakat bisa menyerahkan buku tersebut ke kantor polisi terdekat.
“Saat ini kami masih melakukan penghitungan, berapa sejauh ini buku-buku yang sudah dikuasai masyarakat,” kata Boy Rafli.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian turut angkat bicara soal Bambang Tri, tersangka dugaan penyebaran ujaran kebencian berbau SARA dalam buku Jokowi Undercover‎, yang sudah lima hari ditahan di Polda Metro Jaya. 
"Bambang Tri, tersangkanya sudah ditangkap dan diperiksa.‎ Saya sudah suruh penyidik untuk mendalami siapa yang menggerakkan dan siapa yang mengajari dia, karena kalau dilihat kemampuan dia, kemampuan menulisnya berantakan," ungkap Tito Karnavian di Mabes Polri, Rabu (4/1/2017). 
Menurut Tito Karnavian, kemampuan menulis Bambang Tri sangat berantakan dan tidak sistematik.
Parahnya lagi, tulisan tersebut sangat jauh dari sistem penulisan skripsi.
"Kemampuan menulisnya berantakan, tidak mengikuti sistematika pelajaran terdidik seperti skripsi. Kami akan lihat siapa di belakang dia (Bambang). Kami akan usut," tegasnya.
Kasus ini bermula dari diskusi buku 'Jokowi Undercover' yang berlangsung di pendopo Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, 19 Desember 2016.
Isi buku tersebut banyak menyerang pribadi Jokowi.
Salah satunya, Bambang menyebut Jokowi sebagai keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI).
Usai diskusi, isi buku itu menyebar ke mana-mana, bahkan hingga menjadi pesan berantai.
Bambang dijerat ‎pasal 16 UU No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik.
Bambang juga dijerat pasal 28 ayat 2 UU ITE dan pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa negara
Terpisah, atas buku ini, Michael Bimo juga mempolisikan Bambang Tri ke Bareskrim, atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah dengan nomor laporan LP/1272/XII‎/2016/Bareskrim, pada 24 Desember 2016.
Dalam buku 'Jokowi Undercover', Bambang menulis Michael Bimo adalah saudara kandung dari Presiden Jokowi.
Tertulis pula bahwa Jokowi bukan anak kandung dari Ibu Sudjiatmi.
Hal ini dibantah oleh Bimo. Ditegaskan Bimo‎, isi buku Jokowi Undercover tidak benar dan fitnah, serta sangat merugikan bangsa Indonesia. 





loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...