Saksi Jaksa Melemahkan Ahok Menista Agama Islam, Ada Apa?



garda cakarawala Upaya pembuktian pidana penistaan agama Islam yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipertanyakan.

Saksi-saksi yang dihadirkan jaksa pada sidang keempat yang digelar di Gedung Kementerian Pertanian pada Selasa (3/1) kemarin, sangat diragukan keterangannya. 

Para saksi antara lain menyampaikan kata-kata "tidak ingat" atau "lupa", menjawab pertanyaan yang diajukan terdakwa, tim penasihat hukum maupun hakim. 

"Ada apa? Seharusnya saksi-saksi yang dihadirkan penuntut memperkuat dakwaan," kata pakar hukum pidana Prof. Romli Atmasasmita melalui twitter dengan akun @rajasundawiwaha.

Mestinya, sebut dia, saksi yang dimajukan adalah orang yang hadir dan mendengar langsung pidato Ahok di Kepulauan Seribu. Adapun saksi yang dihadirkan dalam persidangan adalah Habib Novel Chaidir Hasan, Gus Joy Setiawan, Muh Burhanuddin, Muchsin alias Habib Muchsin, Syamsu Hilal, dan Nandi Naksabandi.

Mereka semua adalah saksi pelapor.

"Sejak pembuatan BAP seharusnya penyidik mencari saksi-saksi yang memiliki tiga syarat: saksi ketahui, dengar dan alami, sehingga bisa memperkuat bukti perkara penodaan agama," katanya.

Masalah lainnya, kata dia, ada di kejaksaan agung. Bukankah di kejaksaan ada tim peneliti atas berkas BAP yang disusun penyidik.

"Seharusnya sejak awal tidak di P21 jika minim bukti perkara," demikian Prof. Romli.[dem]





Subscribe to receive free email updates: