Tokoh LUIS Ditangkap, Nahi Munkar Harus Berjalan agar Selamat dari Bencana dan Murka Allah



garda cakrawala Tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) terus mendapatkan dukungan dari berbagai element umat Islam Soloraya.
Kali ini Pimpinan Pondok Pesantren Darusy Syahadah, Simo Boyolali, Ustadz Abu Fatiah Al Adnani mendukung gerakan LUIS di Soloraya.
Ustadz Abu Fatiah menegaskan bahwa gerakan amar ma’ruf nahi munkar menjadi kewajiban bagi setiap orang yang mengaku muslim. Hal ini disampaikan usai mengisi kajian rutin pada komunitas Muallaf Center Soloraya (MCS), di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.
“Saya mendukung gerakan LUIS tentang amar ma’ruf nahi munkar, bahwa diantara tokoh dan pimpinan LUIS ada yang tertangkap, maka gerakan amar ma’ruf nahi munkar harus tetap dijalankan,” katanya pada Panjimas, sabtu (21/1/2017).
Salah satu penyelamat dari bahaya seseorang maupun penduduk suatu negeri adalah dengan adanya amar ma’ruf nahi munkar. Kata ustadz Abu Fatiah bahwa ada atau tidak adanya pimpinan LUIS di Solo, umat Islam tetap harus melakukan amar ma’ruf nahi munkar.
Amar ma’ruf nahi munkar adalah bagian penting didalam ajaran Islam, dia merupakan penyelamat daripada mara bahaya, penyelamat dari bencana, penyelamat murka Allah subhanahu wa Ta’ala. Maka gerakan amar ma’ruf nahi munkar ada atau tidak ada pimpinan LUIS, harus tetap berjalan,” tandasnya. [SY]
sumber:pjms




Subscribe to receive free email updates: