Ada dugaan calon gubernur DKI beli suara Rp4 juta per pemilih



garda cakrawala Sekretaris Jenderal Forum Ulama Indonesia, Muhammad Al Khathath mengungkapkan adanya dugaan pembelian suara dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, tapi dia tidak menyebutkan nama cagub itu.
"Ini menjadi keprihatinan kami, kenapa Pilkada banyak money politiknya, bahkan ada satu orang dihargai Rp4 juta," kata Khathath di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jalan Kramat Senen, Jakarta Pusat, hari ini.
Pemilihan gubernur DKI diikuti oleh tiga pasangan calon, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sylviana Murni. Pemungutan suara pemilihan gubernur DKI akan dilakukan 15 Februari 2017.
Khathath, karena itu, meminta masyarakat, khususnya umat Islam di Jakarta untuk mengawasi pelaksanaan pemungutan suara. 
"Kami ingatkan kepada seluruh peserta jangan coba-coba berbuat curang dan kami juga ingatkan masyarakat, untuk menjaga TPS masing masing," kata dia.
Dia juga menyarankan masyarakat memotret hasil penghitungan suara dan mengunggahnya ke media sosial. "Kalau ada kecurangan akan ketahuan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Korps Mubaligh Jakarta , Eddy Mulyadi mengatakan pemilihan kepala daerah sejatinya untuk mencari figur yang tepat dan pantas untuk memimpin. Karenanya, wajar jika masyarakat ikut mengawal , agar terciptanya pilkada yang jujur dan Adil.
"Kami haqulyakin ada pasangan yang pasti berniat curang dan hanya dengan curang dia menang," ujarnya.
sumber:rimanews






Subscribe to receive free email updates: