Antasari ungkap Hary Tanoe bakal didepak Cikeas jika gagal lobi




garda cakrawala - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, membongkar perjalanan panjang kasusnya yang dituduh membunuh Dirut PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Termasuk otak yang membuat skenario cinta segitiga antara dirinya, Rani dan Nasrudin.


Menurut Antasari, sebelum kasus itu bergulir, KPK baru saja menetapkan besan Presiden SBY, Aulia Pohan, sebagai tersangka. Kemudian seseorang mengaku utusan Cikeas, tempat tinggal Presiden SBY, mendatangi kediamannya dan melakukan lobi agar Aulia Pohan tak ditahan.


Belakangan dia ungkap orang yang diutus Cikeas itu adalah Ketum Perindo, Hary Tanoesoedibjo. Pria yang akrab disapa HT itu coba melobi Antasari, namun ditolak.


Pada Antasari, HT mengaku dirinya bisa didepak dari Cikeas bila misi yang diembannya gagal. 


"Waduh Pak, kalau saya tidak bisa penuhi target, saya pulang, saya ditunggu nih pak untuk laporannya," kata Antasari menirukan ucapan HT saat itu. Hal itu diungkapkan Antasari saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Senin (14/2). 


Antasari berpesan pada HT menyampaikan apa yang terjadi dalam pertemuan mereka. Dia memohon maaf tidak bisa mengabulkan permintaan Cikeas.


"Ya sudah laporkan saja sudah ketemu saya, saya sudah jelaskan seperti itu, mohon maaf tidak bisa memenuhi permintaannya, jawab seperti itu," kata Antasari. 


"Saya bisa ditendang pak dari cikeas," kata HT lagi saat itu. 


"Itu urusan anda," kata Antasari 


"Tapi bapak harus hati-hati," ucap HT.


"Sudah kok, saya sudah memilih sebagai penegak hukum," kata Antasari.


Sebelumnya, Antasari menilai kehadiran HT tersebut ke rumahnya tersebut merupakan bentuk intervensi dari Pemerintah. 


"Untuk apa dia menyuruh HT datang ke rumah saya malam malam sebagai ketua KPK. Nah apakah masih bisa kita sebutkan SBY tak intervensi perkara? Ini bukti untuk tidak menangani, menahan Aulia Pohan? Tapi saya ndak bisa terus katakan kepada petinggi penegak hukum kata Antasari.






Subscribe to receive free email updates: