Bawaslu Sebut Masih Banyak Money Politics dan Kampanye Negatif Jelang Pencoblosan




garda cakrawala Pemilihan Gubernur DKI Jakarta menjadi salah satu daerah di Indonesia dalam gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) yang paling banyak menyedot perhatian masyarakat.

Namun, kenyataannya pesta demokrasi di Ibu Kota harus dinodai dengan beberapa temuan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) yang masih menemukan banyaknya kegiatan politik uang (Money Politics), kampanye negatif dan kampanye kotor.

Anggota Bawaslu RI Daniel Zuchron memberitahukan hingga perkembangan terkini H-2, panitia pengawas pemilu masih ditemukan beberapa hal yang merugikan masyarakat.

"Tim menemukan pembagian voucher di kawasan Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan," kata Daniel saat gelar jumpa pers di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (14/2).

Untuk kampanye kotor, Daniel mengungkapkan terjadi di beberapa wilayah daerah yakni, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.

Kemudian, di kawasan Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masih ditemukan kampanye negatif. Untuk kawasan Kepulauan Seribu Bawaslu RI menemukan politik uang dengan modus pembagian sembilan bahan pokok (sembako).

"Tim juga masih menemukan alat peraga masih terpasang di beberapa daerah Ibu Kota," tutup Daniel.




Subscribe to receive free email updates: