Diduga Ada Kecurangan, Bawaslu Akan Didemo Senin Depan




garda cakrawala - Ratusan warga Sulawesi Barat akan mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin 27 Februari 2017 awal pekan depan. Kedatangan tersebut bertujuan untuk mengungkap adanya kecurangan Pilkada di Sulawesi Barat pada 15 Februrari lalu.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Pilkada jujur Sulawesi Barat, Zubair mengatakan, berdasarkan fakta yang ditemukan dan adanya laporan dari warga terkait kecurangan yang dilakukan salah satu pasangan calon pada proses Pilgub Sulawesi Barat, 15 Februari 2017, pihaknya akan mendatangi Bawaslu pada Senin 27 Februari 2017.

"Banyak kecurangan yang dilakukan oleh paslon nomor 3, mulai dari money politik, bagi-bagi sarung, intimidasi, intervensi, menggunakan fasilitas negara, hingga mencatut nama Wakapolri dan Kejaksaan saat kampanye hingga hari pencoblosan. Kami pegang semua bukti-bukti itu," kata Zubari kepada wartawan di kawasan Kebon sirih, Jakarta Pusat, Jumat 24 Februari 2017.

Selain menemukan kecurangan masif dan terorganisir, dia jua menemukan banyak Surat Keterangan (Suket) pengganti e-KTP sebagai syarat memilih yang tidak jelas. Suket yang dimanipulasi berseliweran saat pencoblosan. Bahkan, ada juga warga yang cukup membawa surat pindah kependudukan diperbolehkan memilih.

Untuk itulah, kata Zubair, pihaknya akan mengadu dan sekaligus mendesak Bawaslu RI agar segera bertindak tegas dan menjadi 'wasit' demokrasi yang netral dan profesional sebagaimana diatur dalam undang-undang.

"Insya Allah, besok (Senin siang) kami bersama ratusan warga asal Sulawesi Barat akan mendatangi Bawaslu. Kami berharap pihak-pihak penyelenggara memproses segala indikasi kecurangan itu," katanya.

Diketahui, pesta demokrasi lokal Sulawesi Barat 2017 itu diikuti tiga pasangan calon kandidat, yaitu paslon nomor urut 1, Suhardi Duka-Kalma Katta yang diusung Partai Demokrat, Hanura, dan PKS. Paslon nomor urut 2, Mayjend TNI (Purn) Salim S. Mengga-Hasanuddin Mashud, yang didukung oleh Partai Golkar.

Kemudian, paslon nomor urut 3, Ali Baal-Enny Anggraeni Anwar dengan didukung oleh Partai Gerindra, NasDem, PKB, PAN, PDIP, PPP, dan PKPI.

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPUD Sulbar pada pemilihan Gubernur Sulawesi Barat, paslon nomor 1, Suhardi Duka-Kalma Katta memperoleh 38,06% suara. Paslon nomor 2, Salim S. Mengga-Hasanuddin Mashud  23,24% suara dan Paslon nomor 3, Ali Baal Masdar-Enny Anggraeni Anwar sebesar 38,76% suara. 





Subscribe to receive free email updates: