Gerindra Sesalkan Penghadangan Massa Aksi 112 di Jatim dan Jateng




garda cakrawala  - Politikus Partai Gerindra Sodik Mudjahid menyesalkan pemeriksaan yang dilakukan polisi terhadap rombongan massa aksi 112 di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Lima bis rombongan massa 'Aksi 112' dari Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Jawa Timur mengalami penghadangan polisi sebanyak dua kali. Pertama di Bojonegoro Jawa Timur dan Grobogan Jawa Tengah.

"Polisi sudah berlebihan merampas hak orang untuk ibadah, untuk berkumpul dan untuk sampaikan pendapat," kata Sodik di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Menurutnya, hal ini terjadi lantaran polisi tidak percaya terhadap kemampuan kekuatannya dan miskin dalam pola pendekatan.

"Seperti kata pakar politik prof Asep Warlan dari Unpar (Bandung) polisi sudah benar-benar jadi alat penguasa dan mitra koalisi politik penguasa, bukan lagi pelindung dan pengayom rakyat," sindir wakil ketua Komisi VIII DPR.

Saat ditanya apakan tindakan tersebut melukai umat Islam, Sodik pun mengamininya. Dia menganggap umat Islam selama ini seringkali mendapat perlakuan diskriminatif dari rezim ke rezim.

"Soal melukai sudah tentu dan tidak kami persoalkan. Yang kami persoalkan adalah pertama, apa bedanya aparat keamanan zaman orla, orba dan zaman reformasi. Kedua, kenapa polisi tidak adil perlakuan kepada umat Islam dan kepada gerakan yang lain terhadap komunis? Ketiga, kenapa polisi begitu takut kepada umat Islam mayoritas bangsa?," tegas dia.

Sebelumnya, lima bis rombongan massa 'Aksi 112' dari Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Jawa Timur dihadang dua kali oleh aparat kepolisian.

Berdasarkan laporan salah seorang peserta rombongan, disebutkan, mereka pertama kali dihadang di Bojonegoro, Jawa Timur. Lima bis tersebut kemudian digelandang ke Mapolres Bojonegoro.

“Rombongan diperiksa dan ditanya macam-macam,” kata Pipit, salah satu anggota IIBF Jatim kepada awak media, Jumat (10/2/2017).

“Setelah diperiksa, rombongan dilepas. Lumayan kesal juga dengan waktu yang tersita,” ujarnya.

Walau sudah dilepas, rombongan ini ternyata masih belum aman berjalan. Sekitar 120 kilometer dari Bojonegoro, mereka kembali dihadang di Grobogan, Jawa Tengah.

Disebutkan, rombongan IIBF ini ke Jakarta ingin mengikuti Doa, Dzikir dan Tausiyah Nasional di Masjid Istiqlal, mulai Sabtu subuh (11/2/2017).





var obj0=document.getElementById("ads17236203533833062410"); var obj1=document.getElementById("ads27236203533833062410"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: