Geruduk Rumah SBY, Mahasiswa Dianggap Salah Fokus

Loading...


garda cakrawala - Pengamat Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun menilai mahasiswa yang menggruduk kediaman Presiden ke-VI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) salah sasaran. Hal tersebut lantaran persoalan yang tengah ramai di Indonesia bukan terletak pada Ketua Umum Partai Demokrat itu.
"Itu mahasiswa salah fokus. Problem bangsa saat ini bukan SBY tetapi rezim saat ini yang salah kelola negara yang mengakibatkan kelesuan ekonomi dan kesenjangan ekonomi dengan rasio gini yang tinggi mencapai 0,41. Selain salah kelola ekonomi, rezim saat ini juga gagal mengelola harmoni sosial," ucapnya kepada Okezone, Selasa (7/2/2017).
Direktur Pusat Studi Sosial Politik (Puspol) Indonesia itu menambahkan, sikap yang dilakukan mahasiswa tersebut diduga bekingi oleh oknum teretentu. Pasalnya menurut Ubedillah mereka yang melakukan aksi itu bukan murni dari elemen gerakan Mahasiswa.
"Biasanya kalau salah fokus ada indikasi kuat menunjukan bahwa itu bukan murni gerakan mahasiswa tetapi digerakan atau dimanfaatkan oleh kelompok politik tertentu yang memiliki masa lalu dengan SBY," pungkasnya.
Sebelumnya melalui akun Twitter pribadinya, SBY mengungkapkan adanya unjuk rasa tersebut.
"Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*," ucap SBY melalui akun @SBYudhoyono.
SBY menegaskan bahwa dalam undang-undang, tak dibolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak pernah memberitahukan mengenai unjuk rasa ini.
"Kemarin yang saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi & agitasi terhadap mahasiswa untuk ‘Tangkap SBY’. *SBY*," tulisnya.
Selanjutnya, SBY pun bertanya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian apakah ia tidak memiliki hak untuk tinggal di negeri sendiri.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...