JK: Ahok Terlalu Sering Terpaksa Minta Maaf, Berarti Bikin Kesalahan yang Sama


garda cakrawala - Wakil Presiden Jusuf Kalla, menilai Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terlalu sering meminta maaf kepada publik. Menurut mantan Ketua Umum Golkar tersebut, hal itu menandakan bahwa Ahok melalukakan kesalahan yang sama dan dilakukan secara berulang-ulang.
"Seorang pemimpin itu jangan terpaksa terlalu sering minta maaf, karena terlalu sering meminta maaf berarti membikin kesalahan yang sama, kenapa bisa melakukan kesalahan yang sama? Dengan kejadian kemarin, sudah berapa kali Ahok terpaksa minta maaf, berarti ia tidak hati hati," jelas pria asal Makassar tersebut.
Senada, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai permintaan maaf ahok di media sosial hanya sebatas ucapan, karena tim siber media ahok masih gencar melakukan serang kepada KH Maruf Amin. Bagi PBNU, permintaan maaf Ahok hanya sebatas lip service dan tak terbukti dalam penerapannya.
"Walaupun Ahok sudah meminta maaf, tapi sampai sekarang, tim siber media Ahok masih menyerang KH Maruf Amin. Harusnya tim siber media ahok sejalan dengan perkataan ahok," jelas Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Masduki Baidlowi.
Seperti diketahui, dalam sidang Selasa lalu, Ahok mempersoalkan kesaksian Ma'ruf yang dianggapnya tidak objektif dan memojokkan dirinya.
Ahok juga menilai Rais Aam PBNU itu memiliki kedekatan dengan salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang merupakan lawan politiknya dalam pilkada 2017.
Tak hanya itu, mantan Bupati Belitung Timur ini beserta tim kuasa hukumnya mengaku memiliki bukti komunikasi antara Ma'ruf dan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono, pada Oktober lalu. Atas hal ini, ia berencana akan memperkarakan Ma'ruf ke ranah hukum.
Kendati demikian, ‎langkah hukum yang akan ditempuh Ahok kepada Ma'ruf terhenti setelah warga Nahdliyin, Muhammadiyah beserta umat Islam lainnya mengecam perlakuan mantan pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Ibu Kota ini.
Akhirnya, Ahok meminta maaf kepada Ma'ruf dan meralat pernyataannya bahwa dirinya tak bermaksud demikian. Ia juga tak bermaksud melaporkan Ma'ruf ke ranah hukum. Namun, permohonan maaf itu belum dilakukannya secara langsung.
(kha)

Subscribe to receive free email updates: