Lulung Curigai Sikap Pemerintah Rela Tabrak Hukum Demi Ahok

Loading...


garda cakrawala - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana mengaku semakin curiga dengan pemerintah yang tidak memberhentikan sementara terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Pria yang akrab disapa itu Lulung mengatakan, kembalinya Ahok menjadi Gubernur setelah masa cutinya habis menambah kejelasan adanya konspirasi besar untuk tujuan tertentu.
Dia menilai pemerintah sangat mendukung Ahok hingga tidak menjalankan undang-undang Pemerintahan Daerah Pasal 83 ayat (1) dimana seorang kepala daerah harus diberhentikan sementara, bila menyandang status terdakwa.
"Presiden saat dilantik mengambil sumpah untuk menjalankan undang-undang. Presiden kerap menyebut hukum adalah panglima tertinggi. Kok sekarang tidak menjalankan undang-undang?," kata Lulung, Jakarta, Senin (13/2/2017).
Lulung menjelaskan, sikap pemerintah yang tidak menjalankan hukum dapat berimbas kepada keresahan masyarakat. Apalagi bila hukum hanya tajam ke masyarakat ketika masyarakat menyalahi aturan.
Apabila tetap menjadi Gubernur, kebijakan yang akan dikeluarkan Ahok dinilai tidak memiliki legitimasi.
Sebagai wakil rakyat dan mitra eksekutif di pemerintahan daerah, Ketua DPW PPP DKI ini meminta agar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera mengeluarkan surat pemberhentian Ahok menjadi Gubernur tanpa perlu menunggu tuntutan.
Sebab, kata dia, apabila dibiarkan menjadi Gubernur sampai Oktober 2017 nanti, segala kebijakan yang dikeluarkan tidak memiliki legitimasi. Dampaknya kinerja birokrasi tidak berjalan kondusif dan berujung pada penyerapan anggaran yang inkonstitusional.
"Masyarakat sudah terima Ahok tidak ditahan bila tidak mengulanginya. Tapi kemarin pas sidang Ahok telah mengulanginya dengan membentak Kiai Ma'ruf Amin dan mengancam akan memproses hukum atas kesaksiannya. Hasilnya tidak juga ditahan, sekarang malah dilindungi dengan menabrak undang-undang. Ada apa negara ini?," kata dia penasaran.






loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==