Mantan Panglima TNI sebut demokrasi berpedoman Pancasila sila ke 4



garda cakrawalaMantan Panglima TNI Jendral (Purn) Djoko Santoso berharap Pilkada Serentak pada 15 Februari 2017 mendatang berjalan dengan damai. Pasalnya, pesta demokrasi tersebut merupakan cerminan wajah kedewasaan masyarakat Indonesia. 

"Menurut pandangan saya pesta demokrasi itu potret suatu bangsa bukan partai politiknya atau kandidat calon yang bertarung," kata Djoko di Rumah Pemenangan Anies Sandi Jalan Brawijaya III No. 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/2). 

Panglima era Presiden SBY periode pertama ini menilai keberhasilan pelaksanaan pemilu menjadi cermin kedewasaan berpolitik suatu bangsa. Sebab negara harus menjalani demokrasi yang berlandaskan kepada Pancasila sebagai sumber hukum Indonesia. 

"Pada pemilu ini kita bisa melihat negara makin beradab atau mundur. Menurut saya bernegara itu berkonstitusi artinya semua diatur menurut aturan yang berlaku," ujar Djoko. 

Dia melanjutkan demokrasi berpedoman pada Pancasila yakni pada sila ke 4 'Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan'. Bila pada praktiknya demokrasi ini berjalan dengan baik maka akan terwujudlah sila ketiga yakni 'Persatuan Indonesia'.

"Kalau karena pemilu malah tidak bersatu itu demokrasi artinya demokrasi kita tidak berhasil. Sebab kalau sudah berhasil maka kita akan bersatu untuk menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkap Djoko.
Dia berharap pasca pemilihan rakyat masyarakat kembali tenang dan tak lagi terpecah belah. Sebab demokrasi dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial. 

"Demokrasi itu alat untuk kita bisa wujudkan kesejahteraan sosial, makin mempersatukan makin mewujudkan keadilan sosial bukan malah memecah-belah," kata dia.

"Tentunya kita berharap bahwa pemilu dilaksanakan dengan aman dengan lancar tertib sehingga pemilu itu yang diharapkan banyak orang pemilu yang berintegritas," sambungnya.


Subscribe to receive free email updates: