Pesan Waketum MUI kepada Polri Soal Kasus Infaq Aksi Bela Islam


gardaca krawala – Tindakan Kepolisian RI yang mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) perihal dana infaq aksi bela Islam yang menjerat Ustaz Bachtiar Nasir memantik Waketum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi angkat bicara.
Ia menyarankan, agar pihak kepolisian bersikap hati-hati dan jangan sampai menimbulkan penilaian masyarkat bahwa polisi hanya mencari-cari masalah dan gegabah dalam penetapan statsus hukum kepada pelakunya.
“Jangan sampai ada kesan polisi tidak independen, tidak adil dan hanya tebang pilih,” ujarnya.
Menurutnya, jika masyarakat tidak mendapat penjelasan secara gamblang, ditakutkan akan berpengaruh pada kredibilitas dan kepercayaan masyarakat kepada Polri.
Dalam kondisi saat ini dimana masyarakat tengah sensitif dan merasa diperalukan tidak adil, maka kesenjangan sosial-ekonomi malah akan makin meningkat.
“Jangan sampai ada tindakan pejabat atau aparat yang justru makin membuat rakyat tersinggung. Karena hal itu bisa memicu konflik dan kegaduhan,” jelasnya.
Di sisi lain menurut Zainut, UBN juga harus menyampaikan secara terbuka kepada umat terkait dana yang diterima termasuk penggunaannya dan kepada pihak mana saja dana tersebut di tasarufkannya sehingga tidak menimbulkan fitnah serta prasangka buruk.
MUI tidak mengetahui seluk beluk urusan dana tersebut karena memang sejak dari awal MUI menyatakan bahwa GNPF MUI bukan bagian dari MUI dan tidak ada hubungan dengan MUI. Baik organisatoris maupun bentuk kerja sama apa pun.
“Untuk hal tersebut kami minta kepada semua pihak untuk tidak mengaitkan masalah yang sedang diperkarakan oleh polisi tersebut dengan MUI,” pungkasnya.


Subscribe to receive free email updates: