Petinggi Negara Marah Ahok Ngaku Punya Rekaman Telepon SBY-Kiai Ma'ruf



garda cakrawala Seorang pejabat tinggi negara berpangkat bintang empat dikabarkan marah besar. Kemarahan sang jenderal dipicu pengakuan Ahok dalam persidangan, Selasa (31/1) kemarin.

Ahok mengatakan dirinya memiliki bukti rekaman pembicaraan antara Ketua MUI Ma'ruf Amin dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Ahok menyebut pembicaraan Kiai Ma'ruf dengan SBY yang berisi rencana pertemuan Agus Harimurti-Sylviana Murni di Kantor PBNU terjadi sebelum sikap dan pendapat keagamaan MUI terkait kasus penodaan agama kepada dirinya dikeluarkan.

Sang jenderal terusik karena pengakuan Ahok itu justru bisa membuka perannya membantu 'menyelamatkan' Ahok.

Tentu publik akan sangat mudah mempertanyakan, dari mana Ahok mendapatkan rekaman sadapan pembicaraan SBY dengan Kiai Ma'ruf? Bukankah di negara ini hanya ada lima lembaga yang boleh melakukan penyadapan, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Blunder lainnya, pengakuan Ahok ini justru menimbulkan persoalan hukum baru. Ahok dan tim hukumnya bisa dianggap telah melakukan penyadapan ilegal. Informasi yang didapat redaksi menyebutkan, sang jenderal marah karena 'upaya penyelamatan' malah dikacaukan oleh Ahok sendiri.
sunber:rmol








Subscribe to receive free email updates: