Polmark Indonesia Petakan Suara Tiga Paslon Pilkada DKI Jakarta



garda cakrawalaPerhitungan cepat yang dilakukan Polmark Indonesia atas perolehan suara ketiga pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta telah rampung seluruhnya. Selain data perolehan suara, Polmark pun berhasil memetakan dominasi masing-masing Paslon di seluruh wilayah Ibukota.
CEO dan Founder Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah mengungkapkan, berdasarkan berkas C1 yang dihimpun pihaknya sejak penutupan pencoblosan pada Rabu (15/2) kemarin, tercatat perolehan suara yang didapatkan oleh Paslon nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni sebesar 16,8 persen.
Sementara, Paslon nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mendulang suara sebesar 42,1 persen, Paslon Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno mendapatkan suara sebesar 39,6 persen serta suara yang dinyatakan gagal sebesar 1,3 persen.
"Perhitungan yang kami lakukan bukan quick count, tetapi quick real count karena mengacu pada data C1 yang sudah terkumpul 100 persen, sehingga data digital tidak akan meleset jauh dari perhitungan real," ungkapnya kepada wartawan di kantor DPP Gerindra, Jalan Harsono RM, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Kamis (16/2/2017) sore.
Dalam data tersebut, Paslon Agus-Sylvi hanya mendominasi sebanyak 245 TPS Jumlah tersebut dinilainya sangat rendah dibandingkan dengan Paslon Ahok-Djarot yang memenangkan 5653 TPS yang tersebar di 22 kecamatan dan 136 Kelurahan di empat kota, yakni Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
Sedangkan, Paslon Anies-Sandi diketahui berhasil mengungguli para rivalnya dengan kemenangan di sebanyak 6949 TPS yang tersebar di 22 Kecamatan dan 127 Kelurahan di dua kota, yakni Jakarta Timur dan Jakarta Selatan serta Kepulauan Seribu.
"Sekalipun jumlah TPS yang dimenangkan (Ahok-Djarot dan Anies-Sandi) seimbang, tetapi jumlah mata pemilihnya berbeda, jadi perolehan suara keduanya seimbang," ungkapnya.
"Perbedaan mencolok justru pada perolehan suara Anies-Sandi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, karena dibandingkan empat bulan lalu, perolehan suara di wilayah yang merupakan basis nomor dua itu justru naik secara signifikan. Sementara perolehan suara nomor satu secara keseluruhan turun drastis dibandingkan awal kampanye," jelasnya menambahkan.



Subscribe to receive free email updates: