Rizal Ramli: Jangan Korbankan Indonesia Demi Satu Dua Orang Ini



garda cakrawalaGejala kerusuhan di Indonesia sudah mulai terlihat.
Mantan Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, menyebut kerusuhan tersebut harus diantisipasi.
Kata dia, tidak boleh kerusuhan yang dapat merugikan rakyat banyak itu terulang.
Salah satu dampak dari kerusuhan tersebut adalah kemunduran ekonomi yang tumbuh 5 persen.
Artinya bila terjadi saat ini di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai sekitar 5 persen maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan minus jika kerusuhan terjadi, kata Rizal Ramli yang juga sempat menjabat sebagai Menteri Kordinator Bidang Perekonomian itu.
"Kita akan menyesal nanti, karena tidak mudah untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi dari negatif ke positif," ujar Rizal Ramli kepada wartawan usai memberikan ceramah di Masjid Lautze, Jakarta Pusat, Jumat (03/02/2017).
Ia mengingatkan bahwa pasakerusuhan 1998 lalu lalu, perekonomian Indonesia menjadi semakin terpuruk setelah setahun sebelumnya digempur krisis moneter.
Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai minus 13 persen dan baru di era Abdurrahman Wahid atau yang dipanggil Gus Dur, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa diperbaiki hingga mencapai minus 5 persen.
Saat itu Rizal Ramli menjabat sebagai Menteri Keuangan.
"Pemerintahan Gus Dur dari minus lima persen ke minus empat setengah persen, itu bukan hal yang mudah," katanya.
"Kita mengimbau, apapun yang terjadi, jangan sampai kita melupakan sejarah bangsa kita, kita harus saling memperkuat rasa kebangsaan kita," Rizal Ramli menambahkan.
Gejala-gejala yang ia lihat, adalah adanya upaya untuk mengadu kelompok nasionalis, Islam 'Abangan' dan suku-suku, dengan umat Islam.
Jika upaya tersebut berhasil, maka kerusuhan SARA tidak akan terhindarkan lagi.
Rizal Ramli mengingatkan semua pihak harus saling menjaga, agar tidak terjadi kerusuhan.
"Walaupun kita beda suku dan agama, bahwa ada satu-dua orang yang ngaco, kita bereskan, kita tindak. Tapi jangan dikorbankan demi satu-dua orang ini, rakyat Indonesia, bangsa kita," tegasnya.
Siapa satu-dua orang yang menurutnya 'ngaco' itu, Rizal Ramli tidak mau membuka mulut.
Kepada wartawan, ia menegaskan bahwa pesan yang ia sampaikan cukup jelas bagi semua pihak, untuk memaknai siapa sebenarnya orang yang dimaksud.
sumber : tribunnews




Subscribe to receive free email updates: