Tudingan Keji Ahok pada KH Ma’ruf Amin Ancam Keutuhan NKRI

Loading...

garda cakrawala Pilkada DKI Jakarta dinilai miskin perdebatan visi misi dan program yang hebat untuk membangun Jakarta sebagai ibukota kelas dunia. Itu karena berlebihannya isu eksploitasi terhadap isu agama, suku, ras dan antargolongan (SARA).
Itu dinyatakan Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yanuar Prihatin. ”Calon dan pendukungnya serta pemilih ikut larut dalam isu SARA yang sangat eksplosif,” ujar Yanuar di Jakarta, Rabu (01/02/2017).
Lebih miris lagi, lanjut Yanuar, diduga kuat sebagian pihak intelejen ikut berperan serta dalam memenangkan calon tertentu.
Dugaan muncul saat Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disebutkan mengetahui percakapan antara KH Ma’ruf Amin dengan Presiden Ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono.
“Jika itu benar darimana Ahok tahu itu kalau bukan dari institusi yang berwenang menyadap seperti polisi, intelijen dan KPK. Lantas ini apa artinya?” tanya dia.
Jika benar intelejen dan institusi penegak hukum tidak netral, ini membahayakan NKRI.
Menurutnya, jika Ahok terus mempolitisir posisi KH Ma’ruf Amin untuk masuk dalam pusaran konflik pilkada akan membuat suhu konflik lebih mudah meledak.
“Kyai adalah tokoh sentral di NU dan perilaku Ahok bisa memicu kemarahan nasional warga NU,” jelasnya.
Berbagai aktor turun gunung dalam Pilkada DKI Jakarta dengan berbagai kepentingan yang saling bertabrakan. Kepentingan politik mempertahankan dan merebut kekuasaan menyatu sekaligus saling berhadapan dengan kepentingan ekonomi, bisnis, dan SARA.
Ini potensi sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI yang lebih luas. Menurutnya, jangan sampai DKI Jakarta kacau yang mengakibatkan instabilitas ekonomi dan politik secara nasional.
“Jika konflik kepentingan ini tidak dikelola dengan baik dan semua orang tidak mampu mengendalikan diri maka akan muncul pusaran konflik yang lebih besar,” tegasnya.
Dia berharap, semua orang bisa menahan diri pada Pilkada DKI Jakarta ini. “Mengkoreksi diri dan menjaga ucapan perilaku jangan memancing emosi orang apalagi keluarkan fitnah,” tuturnya.
sumber:pojoksatu





loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...