AMSA: Ahok Tak Pantas jadi Pemimpin, Cocoknya jadi Preman

Loading...


garda cakrawalaAda empat hal yang perlu dimiliki oleh seorang agar pantas menjadi pemimpin. Antara lain, berilmu, bermoral, berseni dan berani.

Hal itu dikatakan Presiden Asean Muslim Student Assosiation (AMSA) Zainuddin Arsyad dalam diskusi publik Qomando Masyarakat Tertindas (Qomat) BEM STIE BANK di Kampus Sjafruddin Prawiranegara, Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3).

Menurut Zainuddin, seorang pemimpin perlu memiliki ilmu karena penting untuk membangun proses tata kota yang bagus. Sedangkan moral, diperlukan untuk mengimbangi ilmu.

"Punya ilmu tinggi tapi korupsi, jadi tidak dihargai," tuturnya dalam diskusi bertema Membongkar Kebobrokan Penegakan Hukum Rezim Jokowi: Dari Korupsi Bus TransJakarta Sampai Suap Pajak Adik Ipar' itu.

Lalu, faktor seni. Seni dalam artian luas, urainya, seni mengendalikan orang, menguasai forum, berbicara, berpidato, hingga berpenampilan. Kemudian, berani. Teguh dalam menegakkan kebenaran.

"Jika punya ilmu doang? Jadi dosen saja. Cuma punya moral? (Jadi) Ustad. Hanya  bermodal seni? Artis. Berani saja? Preman," terangnya di depan puluhan mahasiswa.
Selanjutnya, mantan Presiden BEM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu mencontohkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan teori pemimpin ideal yang dijabarkannya.

Lewat interaksi langsung dengan mahasiswa, Zainuddin menilai Jokowi merupakan sosok berilmu. "Buktinya, kota Solo jadi cantik ditangan Jokowi," ujar Zainuddin. "Serta bermoral. Karena tidak korupsi," sambungnya.

Tapi, Zainuddin beranggapan jika Jokowi tidak memiliki faktor ketiga, Seni. Termasuk mengatur menteri di kabinetnya yang tidak bisa dikendalikan. "Presiden bilang A, menterinya B. Kurang berseni," kata pemuda yang nyaris dipanggil polisi terkait kasus dugaan pemufakatan makar itu.

Apalagi soal keberanian. Jokowi disebutnya mudah diatur. Khususnya oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan eks Jenderal TNI yang menjabat Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

"Mana ada beraninya. Dikendalikan Mega dan Luhut. Jokowi punya Ilmu dan Moral. Tapi tidak pantas memimpin bangsa ini. Karena tidak punya Seni dan Keberanian," urai Zainuddin.

Kemudian, Zainuddin beralih ke sosok Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebagai sosok politisi lulusan S2, eks anggota DPR RI itu layak disebut sebagai orang yang berilmu.

"Moralnya yang nggak ada. Masa pemimpin ngomong anjing, sudah melanggar Pancasila, hina agama orang lain. Agama yang punya saham terbesar di negara ini," paparnya.

Tapi, untuk urusan Seni, Ahok diakuinya cukup mumpuni mengendalikan anak buah hingga ke tingkat RT. Serta, memiliki keberani memberantas korupsi.

"Ahok itu, berilmu tapi arogan. Tidak pantas jadi pemimpin. Cocoknya jadi preman. Kalau terpilih lagi jadi Gubernur DKI, bakal demo terus. Sedangkan demo itu tidak bagus untuk perekonomian negara," pungkasnya.

Ikut hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut, mantan anggota DPR RI 2004-2009 Fraksi PAN, Nurhadi M. Musawir. Serta, Koordinator Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK), Muslim Arbi. (rmol)





loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...