Kepleset Lidah Soal Penerimaan Duit Haram e-KTP Rp 150 miliar ,Setnov Langsung Menghubungi Wartawan Via Telepon Untuk Mengklarifikasi Ucapannya.


garda cakrawalaMantan Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto mengaku kenal dengan seorang pengusaha yang kabarnya berperan membagi-bagi uang selama proses pembahasan proyek e-KTP di DPR, Andi Agustinus atau Andi Narogong.
“Kalau saudara Andi pernah ketemu saya, tapi dalam kapasitas jual beli kaos waktu saya selaku Bendahara Umum,” ungkap Novanto saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/3).
Walau begitu, Novanto menjelaskan bahwa tak pernah berkomunikasi lagi dengan Andi semasa dirinya menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.
“Sebulan sekali pleno masalah anggaran, semuanya mekanismenya ada di panitia anggaran yang ada di Banggar dan komisi-komisi terkait dalam hal ini Komisi II. Jadi selaku pimpinan fraksi tida ada urusan-urusan mengenai masalah anggaran. Sebagai Ketua Fraksi dalam memutuskan segala tidak bisa sendiri. Partai waktu itu ada 101 Anggota Golkar di DPR jadi kalau memutuskan harus dengan fraksi-fraksi lain,” sambung Ketua DPR RI ini.“Engga ada. Itu kita lihat dalam persidangan lah. Yang jelas saya tidak pernah mengurus-ngurus masalah anggaran, karena sebagai pimpinan fraksi kita hanya menerima laporan-laporan yang semuanya dilakukan ketua-ketua komisi dimana ketua komisi melaporkan secara oral,” jelas dia.
Novanto sempat kepleset lidah saat ditanyakan apakah dirinya pernah menerima uang sebesar Rp 150 miliar dari Andi Narogong. Dia bilang tidak pernah, namun akan menerima.
“Nggak bener. Akan. Kalau akan itu pernah atau enggak?” katanya sambil masuk ke dalam mobilnya dan berlalu.
Namun, selang beberapa menit, Setnov kemudian menghubungi wartawan via telepon untuk mengklarifikasi ucapannya.
“Mengenai dakwaan akan menerima Rp 150 miliar, kami tidak pernah menerima. Gak usah akan, bicarapun tidak pernah,” tegasnya. [sam] | RMOL



Subscribe to receive free email updates: