Ketika Harga Cabe Naik Drastis, Pemerintah Malah Berikan Solusi Impor Cabe China yang Tak Terjamin Keamanannya




garda ackrawala"Tradisi di Indonesia, saat harga naik para petani berbondong-bondong menanam komoditas itu. Sebentar lagi mereka panen (cabe), tapi pemerintah justru membuka keran impor. Cabe yang mereka tanam mau dijual ke mana?" ujar dia.‎

Karenanya, politisi Demokrat ini meminta pemerintah menghentikan impor tersebut. Pemerintah lebih baik fokus dalam memberantas kartel atau mafia yang telah memainkan harga cabe. Pemerintah juga perlu membereskan tata niaga agar rantai distribusi tidak terlalu panjang.

Penghentian impor itu perlu dilakukan segera sebelum petani panen. Jangan sampai petani yang sudah bergairah menanam cabe harus terpukul gara-gara harganya anjlok akibat membanjirnya cabe impor asal China.

"Kalau petani rugi lantaran harga cabe turun drastis saat panen, mereka beralih ke sektor lain. Ini jadi masalah baru," cetus Herman.

Untuk antisipasi jangka panjang, kata Herman, pemerintah harus membuat peta pertanian yang sistematis dan terukur. Sebaran komoditas pertanian di berbagai daerah harus terencana secara baik, sehingga pasokan dan permintaan di tiap daerah selalu seimbang. ‎

"Kita harus berhenti menanam secara sporadis. Saat harga naik, petani tak boleh berbondong-bondong menanam komoditas tertentu. Komoditas harus dibagi berdasarkan potensi alam dan kemampuan para petani," terang Herman.

Jika peta komoditas pertanian dirancang secara sitematis dan terukur, Herman yakin Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia. "Dengan anugerah yang Allah berikan di tanah Indonesia, harusnya kita menjadi pemasok pangan dunia. Apalagi, rakyat kita susah sangat terlatih, bahkan memiliki budaya bertani," tandasnya.

Sebelumnya, cabe kering impor dari India dan China beredar di sejumlah pasar tradisional di Jawa Timur. Cabe itu ditemukan di Surabaya, Blitar, Tulungagung, dan Sidoarjo. Pasokannya cukup banyak. Di Tulungagung misalnya, bisa mencapai 4-5 ton per pekan.  Sejumlah pedagang cabe mengaku permintaan cabe kering impor memang tidak banyak. Hanya kalangan tertentu, seperti pedagang makanan dan penjual bakso yang membeli cabe jenis ini. Kalangan rumah tangga enggan membelinya lantaran meragukan aspek keamanan. (rmol)





var obj0=document.getElementById("ads17128225190210534943"); var obj1=document.getElementById("ads27128225190210534943"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: