Ketika Mega Bertanya Pada Relawan Ahok-Djarot Tentang Pilpres Mendatang,Kompak Mereka Menjawab,.,.,


garda cakrawalaMegawati Soekarnoputri sepertinya sedang testing the waters menjelang Pilpres 2019. Di sela-sela mengkampanyekan Ahok-Djarot di Rumah Lembang, kemarin, Mega sempat bertanya kepada para relawan siapa kira-kira calon yang akan diusungnya pada Pilpres mendatang.
"2019 persiapan Pilpres loh, dari sekarang saya nanya boleh dong?" tanya Mega kepada puluhan hadirin di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta, kemarin. 


Apa jawaban relawan? Nyatanya, mereka tanpa komando seolah satu suara menghendaki Jokowi-Ahok di Pilpres 2019. Artinya, Ahok akan seperti Jokowi, separuh jalan menjadi Gubernur Jakarta, kemudian berlanjut ke Istana Negara. 


"Jokowi-Ahok Bu, Jokowi-Ahok, Jokowi-Ahok," teriak antusias para relawan kepada Mega. Mendapat teriakan itu, Mega pun tersenyum. Putri proklamator itu bahkan sempat berkelakar sudah menduga jawaban tersebut dan meminta agar para relawan tidak perlu berteriak. 


"Ya udah deh ngga usah teriak-teriak. Saya tahulah pokoknya, jadi siap ya ibu-ibu," katanya. 


Mega, kemarin turun gunung mengkampanyekan Ahok-Djarot di Rumah Lembang. Mega, sempat mengatakan dirinya biasanya tak salah dalam memilih jagoan di pesta demokrasi. Termasuk, memilih Ahok-Djarot di Pilgub Jakarta. 


Nah, setelah hajatan Pilkada serentak 2017, masih ada 171 Pilkada serentak yang harus Mega pilih dan jagokan. Termasuk, puncak pesta demokrasi dalam memilih Presiden di Pilpres 2019 mendatang. 


"Saya kan sudah pengalaman milih orang. Saya ini ketua umum partai terlama loh di Indonesia. Karena itu saya bisa lihat orang. Kebanyakan yang saya pilih Insya Allah sukses (menang menjadi kepala daerah)," katanya. 


Seperti diketahui, Jokowi-Ahok merupakan pasangan Gubernur DKI dan Wakil Gubernur DKI periode 2012-2017. Saat itu, pasangan Jokowi-Ahok diusung oleh PDIP dan Gerindra. Namun kebersamaan mereka terhenti di tahun 2014 saat Jokowi memilih untuk menjadi capres. 


Walaupun Pilpres 2019 masih jauh, tapi aromanya sudah terasa. Bahkan, aroma itu semakin kuat terasa di Pilgub Jakarta tahun ini. Pasalnya, tiga kandidat di putaran pertama merupakan perebutan tiga tokoh nasional : SBY di Agus-Sylvi, Mega di Ahok-Djarot, dan Prabowo di Anies-Sandi. 


Nah, jika benar Mega mengusung Jokowi-Ahok di Pilpres 2019, bisa jadi akan berhadapan kembali dengan Prabowo Subianto, yang kalah dengan Jokowi-JK di Pilpres 2014 lalu. Prabowo, sempat mengatakan, siap maju jika rakyat menghendakinya. 


"Insya Allah kalau yang maha kuasa masih beri kekuatan fisik dan masih dibutuhkan, saya tentunya sebagai pejuang tidak mungkin tidak menjawab panggilan ibu pertiwi," ujar Prabowo dalam silaturahmi Tokoh Nasional dengan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi di Pendopo Gubernur NTB, Jalan Pejanggik, Mataram, Selasa (7/3). 


Apabila tidak kembali berlaga dalam Pilpres 2019, ia mengaku ingin istirahat. "(Kalau tidak maju), rasanya ingin istirahat saja," ucap dia. 


Dalam kesempatan ini, ia juga meminta maaf kepada warga NTB yang telah memberi dukungan dalam Pilpres 2014 lalu. Prabowo kala itu menang di NTB dengan persentase cukup besar yakni mencapai 72,45 persen suara. 


"Saya minta maaf kepada rakyat NTB yang berharap kepada saya, namun saya belum mampu menjalankan amanah itu," katanya.




var obj0=document.getElementById("ads13215850225992004385"); var obj1=document.getElementById("ads23215850225992004385"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: