Lagi!!Hakim Tolak Saksi Ahli Pidana Yang Diajukan Ahok



garda cakrawala - Ketua majelis hakim yang memimpin sidang kasus dugaan penistaan agama, Dwiarso Budi Santiarto menolak saksi ahli pidana yang dihadirkan pihak terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Saksi yang ditolak yakni, ahli pidana dari UGM Yogyakarta, Profesor Edward Omar Sharif Hiariej.

Penolakan lantaran saksi belum di BAP. Sedangkan saksi yang seharusnya dihadirkan terlabih dahulu adalah saksi fakta, atau yang sudah di BAP.

"Kalau saudara memeriksa ahli boleh asal tak menghadirkan saksi fakta lagi, tak ada fakta tambahan. Kalau masih ada fakta tambahan, ahlinya tak diperiksa agar BAP bisa sistematis," kata ketua majelis hakim dalam sidang, di Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/3).

Diketahui, dalam sidang kasus dugaan penistaan agama hari ini, beragendakan mendengarkan keterangan lima saksi meringankan dari pihak terdakwa.

Kelima saksi tersebut yakni, Edward Omar Sharif Hiariej (pakar hukum pidana dari Universitas Gadjah Mada). Juhri (PNS Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur). Ferry Lukmantara (Guru SD 17 Badau di Belitung Timur). Suyanto (warga Dusun Ganse, Desa Gantung, Belitung Timur), dan Fajrun (teman terdakwa saat SD di Belitung Timur).

Dalam kasus ini, Ahok didakwa menistakan agama terkait pidatonya di Kepulauan Seribu pada September 2016 lalu yang menyinggung soal Surat Al Maidah ayat 51. Ia dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman 5 tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.rmol




Subscribe to receive free email updates: