Mantan Petinggi Polri: Ahok Harus Dihukum Lebih Berat Karena Selalu Mengulangi Kesalahan Yang Sama

Loading...


garda cakrawala - Arswendo Atmowiloto, Lia Edeen, Permadi, Ahmad Musadeq, dan Rusgiani dihukum dan ditahan sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.

"Semua kasus tersebut dihukum berat, ditahan sejak jadi tersangka dan divonis penjara berat bahkan makimal sesuai ancaman pasal KUHP," kata Dewan Pakar ICMI Pusat, Anton Tabah Digdoyo seperti dimuat Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/3).

"Arswendo cuma meranking tokoh-tokoh yang dikagumi memposisikan Nabi Muhammad di bawah namanya. Pak Permadi cuma bilang saya tak beragama. Musadeq cuma ngaku nabi terakhir. Lia Edden cuma mengaku Jibril. Bu Rysgiyani cuma bilang tempat sesaji agama Hindu jorok sekali."

Karena itu, dia menegaskan, gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga tersangka dalam kasus yang sama, harus dihukum lebih berat lagi.

"Karena Ahok mengulang-ulang perbuatannya menghina Tuhan menghina Alquran, menghina ulama yang sangat provokatif terhadap umat Islam dan sangat mengancam persatuan dan kesatuan NKRI," tegas mantan petinggi Polri yang semasa aktif menangani kasus penistaan agama.

Apalagi, dia menambahkan, berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung bernomor 11/1964, pelaku penistaan agama wajib dihukum seberat-beratnya. Karena itu pula, dia menyentil, Mendagri yang sebelumnya sempat meminta fatwa ke MA.

"Jadi tak perlu fatwa MA. Karena MA tidak keluarkan fatwa tapi SEMA," tandasnya.

Sumber : rmoljakarta


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...