Wafatnya Patmi Momentum Munculnya Perlawan Dari Seluruh Penjuru Nusantara


garda cakrawalaEko Arifianto dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng mengatakan Patmi adalah seorang pejuang perempuan yang tangguh dan berani dari pegunungan Kendeng Utara. Nama Patmi sendiri bermakna Fatma yang artinya bunga.

"Semoga ini adalah awal dari momentum muncul dan tumbuhnya bunga-bunga perlawanan dari seluruh penjuru nusantara," kata Eko kepada wartawan di kantor YLBHI Jakarta, Selasa, (21/3).

Ia mengenal sosol Patmi sebagai seorang perempuan pejuang tangguh, begitu gigih, begitu berani dan kuat hingga terus mengawal proses hukum untuk menyelamatkan Gunung Kendeng. Patmi kata Eko ikut berjuang sejak para petani masih mengusut masalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) hingga longmarch Pati-Semarang dengan berjalan kaki ratusan kilometer. 

"Dia (Patmi) ikut dari awal berjuang. Kepergiannya semangat bagi kami," kata Eko

Lain halnya dengan Ani, warga Kendeng lainnya. Ia mengenal Patmi dengan baik meskipun berbeda kecamatan. Patmi berasal dari Kecamatan Tambak Romo, sementara ia dari Kecamatan Kayen.

Ani mengenang Patmi sebagai sesosok wanita yang sangat fokus dalam memperjuangkan kelestarian alam khususnya memperjuangkan kelestarian Gunung Kendeng. Saat Patmi mulai mendengar dan mencium bau akan berdirinya pabrik semen di dua kecamatan itu, Patmi dengan spontan langsung ikut gerakan penolakan.

Ia bersama Patmi mengikuti perjuangan aksi jalan, aksi jalan kaki Rembang-Semarang dan coran kaki.

"Semula selesai habis kami dapat panggilan dari istana, kami dengan dengan teman sebanyak 7 orang akan pulang sore, Tapi tak tahu jadinya seperti ini," demikian kenang Ani.rmol


Subscribe to receive free email updates: