Apakah Ahok Akan Dituntut Hukuman Maksimal ?, Ini Kata Pakar Hukum

Loading...

garda cakawala - Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan mendengarkan tuntutan pidana dari jaksa penuntut umum untuknya, pada Kamis (20/4), di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta.

Kata ahli hukum pidana, Mudzakkir, besaran tuntutan bisa diprediksi salah satunya dengan menganalisa sikap Ahok selama proses persidangan, baik itu di dalam maupun di luar sidang.

Jelasnya, apakah Ahok selaku terdakwa kasus penodaan agama itu mengulangi atau tidak perbuatan yang membuat dirinya terjerat hukum, hal itu jadi salah satu indikatornya.

Indikator penting lainnya ialah unsur-unsur pidana sebagaimana tertuan dalam Pasal KUHP yang didakwakan kepada Ahok, terpenuhi atau tidak.

“Kalau hitungan maksimum atau tidak, tergantung sikap saat persidangan, serta tindakan terdakwa di luar sidang,” kata dia kepada Aktual.com, Selasa (18/4).

Ahli dari Universitas Islam Indonesia ini yakin bahwa jaksa penuntut umum bisa menangkap semua situasi yang terjadi di dalam ataupun di luar sidang.

Sehingga, bisa memberikan tuntutan pidana yang setimpal untuk cagub usungan PDI-P.

“Jaksa itu kan membaca semua situasi. Itu yang dipertimbangkan. Ada mengulangi nggak perbuatan itu,” jelasnya.

Seperti diketahui, Ahok selaku Gubernur DKI dijerat dengan Pasal 156a huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. Untuk Pasal 156a huruf a ancaman pidana maksimalnya 5 tahun, sedangkan untuk Pasal 156 ancamannya 4 tahun penjara. [akt]






loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...