Bagaimana Mungkin, Rumah Dinas Anggota DPR RI Malah Dijadikan Tempat Penimbunan Sembako Ahok Djarot??


garda cakrawala - Tim hukum dan advokasi Anies-Sandi menyoroti ulah salah satu anggota dewan yang menjadikan rumahnya di Kompleks Perumahan anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan sebagai gudang penimbun sembako diduga milik paslon nomor 2, Ahok-Djarot.

Rumah yang berlokasi tak jauh dari Makam Pahlawan itu, digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum kemudian didistribusikan kepada warga Jakarta calon pemilih di putaran final Pilgub DKI, yang akan digelar 19 April nanti.

"Kami berhasil mengidentifikasi ada satu alamat rumah anggota DPR RI, alamatnya DPR 4 323 diduga sebagai tempat penyimpanan logistik (sembako). Ini pelanggaran, karena menggunakan fasilitas negara," kata Wakil Ketua Tim hukum dan advokasi Anies-Sandi, Yupen Hadi saat jumpa pers di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/4/2017) malam.

Hal tersebut, dikatakan Yupen, juga sudah dilaporkan ke Bawaslu DKI atas dugaan upaya money politik berkedok pembagian sembako gratis kepada warga.

"Kita tahu, money politik dengan 'modus sembako' ini memang dilakukan tim pendukung paslon petahana begitu masif di semua wilayah di DKI," katanya.

Dia menyebut, politik sembako yang sedemikian masif dan terang-terangan itu dilakukan secara terpola dan rapi.

"Luar biasa, hampir tidak ada wilayah di Jakarta yan tidak 'dihujani' politik sembako," ungkap Yupen.

Diakuinya, dari puluhan laporan yang dikirimkan ke Bawaslu DKI, sebagian besar berawal dari temuan dan laporan masyarakat.

Hal ini, kata dia, menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi lokal DKI cukup baik.

Beberapa wilayah yang kepergok terjadi bagi-bagi sembako oleh pasukan kotak-kotak antara lain di Jakarta Utara meliputi Cilincing dan Kalibaru Timur.

Jakarta Timur ditemukan di Kampung Melayu, Lubang Buaya, Klender, Rawamangun dan Cimanggis. Di Jakarta Barat terjadi di Cengkareng dan Kebayoran Lama. Sementara di Jakarta Pusat ditemukan di Kwitang.

"Seperti yang sudah-sudah, jika Bawaslu tetap tidak mau memproses laporan tersebut, kami akan melaporkannya kepada Tuhan saja. Biar nanti manajemen Tuhan yang memproses," ucap Yupen. [tsc]





Subscribe to receive free email updates: