Di Masa Tenang PilkadaTetap Saja Kubu Ahok-Djarot Getol Lakukan Politik Uang


garda cakrawala Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan calon wakil gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat disebut paling banyak melakukan politik uang.
Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti mengatakan, pada masa kampanye putaran kedua hingga h-1 pencoblosan, pihaknya telah menemukan politik uang yang dimainkan oleh kedua kandidat pasangan calon.
Berdasarkan temuan di lapangan, paslon Ahok-Djarot paling banyak memainkan politik uang dan bahkan dilakukan pada masa tenang. Pasangan itu, kata Mimah membagikan sembako di semua wilayah.
“Politik uang yang dilakukan kedua pasangan berupa pembagian sembako. Paslon nomor dua ini paling banyak dan melakukannya pada masa tenang. Politik uang itu merupakan tindak pidana pemilu,” kata Mimah saat dihubungi, Selasa (18/4).
Politik uang dengan pembagian sembako itu, kata dia modusnya menggelar bazar murah yang harganya sangat jauh dari harga aslinya. Dia mencontohkan kedua pasangan menjual sembako sebesar Rp5.000 per paket.
Padahal harga normalnya Rp50.000. Menurutnya, sisa kelebihan harga itulah yang menjadi politik uang. Sebagai wasit dalam Pilkada DKI 2017, Bawaslu terus berupaya melakukan pencegahan terjadinya pelanggaran yang dilakukan kedua paslon.
Diantaranya penemuan sembako di semua wilayah dan sapi di kepulauan seribu. Dia berjanji akan mengusut baik temuan maupun laporannya lima hari setelah pemilihan.
“Tindak pidana pemilu itu perlu dua alat bukti saksi dan barang temuan. Begitu juga dengan kampanye hitam. Nah, kami butuh keterangan saksi yang menjelaskan sembako itu sebenarnya milik siapa, apa yang ada nyuruh, apa ada yang intruksi lebih lanjut. Pelanggaran akan diproses usai pemilihan.”
Wakil Ketua Tim Advokasi Anies-Sandi, Yupen Hadi mengapresiasi Bawaslu DKI yang tengah melakukan operasi tangkap tangan pembagian sembako, yang diduga telah dilakukan oleh paslon nomor urut dua.
Bahkan, dia menyambut baik tanggapan kubu Ahok-Djarot yang mengaku pembagian itu bukan berasal dari mereka dan secara tegas meminta pihak keamanan menangkap pelaku pembagian sembako.
“Artinya kami semua miliki kesamaan semangat dan sepakat pembagian sembako mencederai demokrasi,” kata Yupen dalam konferensi pers di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat.akt


var obj0=document.getElementById("ads18647831821075250108"); var obj1=document.getElementById("ads28647831821075250108"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: