Inilah "Jenderal Lapangan" di Balik Kemenangan Anies-Sandi‎

Loading...

garda cakrawala - Pasangan nomor 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno memanangi hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, Rabu (19/4/2017). Ada kerja keras  'jenderal lapangan' di balik kemenangan itu.

Dalam catatan TeropongSenayan, perjalanan paslon yang diusung koalisi Gerindra-PKS ini tidaklah mulus, bahkan bisa dibilang sangat berliku. Pasalnya, paslon yang  berlatar belakang akademisi dan pengusaha ini oleh banyak kalangan dipandang sebelah mata, aias tidak diunggulkan.

Sebelum pemungutan suara 15 Februari, sejumlah lembaga survei menempatkan duo yang berkawan sejak lama itu di posisi paling buncit diantara paslon nomor 1 saat itu, Agus-Syilvi dan paslon nomor 2 Ahok-Djarot. Elektabilitas keduanya tak kunjung membaik hingga satu hari menjelang pencoblosan. 

Akan tetapi, fakta di lapangan berbicara lain.  Anies-Sandi berhasil lolos ke putaran kedua. Bahkan, ‎secara mengejutkan‎ perolehan suara Anies-Sandi hampir menyamai perolehan suara sang petahana Ahok-Djarot.‎

Di putaran kedua, pasangan Anies-Sandi sukses mempecundangi‎ Ahok-Djarot, yang sebelumnya digadang-gadang banyak pihak akan menang mudah lantaran didukung partai penguasa PDIP bersama beberapa parpol koalisi pemerintah.

Bahkan, Anies-Sandi menang secara sensasional dengan selisih suara cukup besar. ‎Hal ini sekaligus mematahkan prediksi publik dan pengamat politik di penjuru Tanah Air. ‎

Berdasarkan hasil hitung cepat, Anies-Sandi juga berhasil menyapu bersih kemenangan di lima wilayah DKI dan Kabupaten Kepulauan Seribu.‎

Tak ayal, pesta demokrasi lokal DKI kali ini membuat masyarakat penasaran. Mereka bertanya-tanya siapa sebenarnya juru taktik lapangan yang  berada di balik kemenangan Anies-Sandi?

‎Ada dua orang yang bisa dibilang 'paling berjasa' mengantarkan Anies-Sandi berkantor di Balai Kota DKI Jakarta. Yakni politisi senior Jakarta, Ketua DPD Partai Gerindra DKI, Mohamad Taufik dan mantan Ketua DPD PDIP DKI, Boy Bernadi Sadikin. 

Seorang sumber di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017) yang minta namanya dirahasiakan menyebut, duet Taufik-Boy ibarat dua sisi mata uang yang sudah bersahabat sejak lama. Dia mengistilahkan, bahwa keduanya merupakan '‎jenderal lapangan' yang betul-betul menguasai medan perang di Ibu Kota Negara.

Kombinasi taktik dan strategi dua 'jenderal lapangan' ini selama lima bulan terakhir terus bergerilya ke kantong-kantong suara basis massa PDIP dan Ahok-Djarot. ‎Selain Taufik dan Boy, ada juga politisi senior PDIP yang selalu ikut mendampingi, yaitu Denny Iskandar. Ketiganya disebut-sebut aktor di belakang layar yang secara khusus ditunjuk mengawal pemenangan Anies-Sandi. 

Masih menurut sumber, ketiganya memang dikenal sebagai politisi Ibu Kota yang tidak pernah main-main dalam 'bertarung'.‎ Mereka pertama kali mencuat pada Pilgub DKI 2012 saat memenangkan duet Jokowi-Ahok saat mempecundangi petahana Foke-Nara.‎

Boy sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI dan nahkoda PDIP DKI. Namun, saat Pilgub 2017 ini Boy tidak lagi menjabat sebagai Ketua PDIP DKI setelah dirinya menyatakan mundur dari kursi PDIP-1 di Jakarta‎ karena partainya mendukung Ahok. Langkah itu juga diikuti Denny Iskandar yang sama-sama kader PDIP.‎

"Kami punya peran masing-masing. Yang penting, bagaimana strategi berjalan," kata Wakil Ketua Tim Kampanye Pasangan Anies-Sandi, Mohamad Taufik saat ditemui di Posko Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017) malam.‎

Kemenangan Anies-Sandi, kata dia, sebenarnya karena warga Jakarta ingin memiliki pemimpin baru yang lebih baik dari sebelumnya. Menurut Taufik, dia hanya berupaya meyakinkan masyarakat tentang semangat dan program perubahan yang ditawarkan Anies-Sandi.

"Kami tidak ada strategi khusus. Kami hanya berusaha menangkap harapan-harapan warga DKI. Alhamdulilah, warga Jakarta percaya dengan jagoan kami. Jadi, ini (kemenangan) adalah hadiah dan kabar gembira untuk semua rakyat Jakarta. Bukan saya sama Pak Boy," ucap Taufik merendah.‎

Dia juga menegaskan, Anies-Sandi tidak bisa disamakan dengan Ahok-Djarot. Sebab, pasangan yang diusung Gerindra-PKS itu merupakan orang yang amanah dan dapat menjalankan roda pemerintahan dengan cakap dan baik. 

"Insya Allah beliau berdua amanah. Mari kita wujudkan keadilan sosial di DKI," jelas Taufik.

Secara terpisah, Ketua Tim Relawan Anies-Sandi, Boy Bernadi Sadikin meminta, para pendukung pasangan nomor 3 untuk tidak jumawa dan larut dalam euforia hasil hitung cepat. ‎

"Tugas kami belum selesai, hingga keputusan final hasi rekapitulasi KPUD DKI nanti," katanya.‎

Boy menerangkan, masih ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan usai pencoblosan. Pertama dan utama, kata putra eks Gubernur DKI Ali Sadikin ini, adaah mempersatukan kembali warga Jakarta yang sempat terkotak-kotak selama gelaran Pilgub DKI 2017.‎

"Jangan ada lagi yang terkotak-kotak. Mari semua bersama-sama membangun kota yang kita cintai ini demi membahagiakan seluruh warga Jakarta," ujarnya.

Boy memandang, kemenangan Pilgub DKI merupakan pintu masuk menuju persatuan bagi seluruh warga tanpa terkecuali.‎

"Mari bergotong royong bekerja keras bersama demi perubahan dan kemajuan peradaban Ibu Kota. Kita pastikan, tdak boleh lagi ada rakyat kecil yang diperlakukan semena-mena,"tegas Boy.‎

Selanjutnya, Denny Iskandar mengingatkan, bahwa perjuangan belum tuntas karena masih harus memperjuangankan hak-hak keadilan untuk warga Jakarta. Karena itu, dia menegaskan, dalam lima tahun ke depan duet Anies-Sandi harus berupaya keras menuntaskan janji-janji kampanye dengan baik. ‎

"Untuk strategi itu biar kami yang lelah," ujar Denny tanpa mau menjelaskan strategi yang dimaksud.‎(teropong)




loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...