Jelang Pembacaan Tuntutan Ahok, Penuntut Umum Harus Bebas Intervensi


garda cakrawala – Jaksa penuntut umum kasus dugaan penodaan agama akan membacakan tuntutannya untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pada Kamis (20/4). Agenda itu diharapkan tak lagi tertunda seperti pekan lalu.
Ahli hukum pidana, Mudzakkir, melihat adanya suatu hal yang menyebabkan pembacaan tuntutan Ahok tertunda. Yang paling berpengaruh ialah pernyataan Jaksa Agung, M Prasetyo.
“Penundaan itu karena ada sinyal itu. Pertama pada surat dari kepolisian. Kemudian, respon Jaksa Agung. Yang paling esensial adalah omongan Jaksa Agung, itu kan sama saja perintah,” jelas dia kepada Aktual.com, Selasa (18/4).
Dia menilai penundaan pembacaan tuntutan itu tidak logika, karena tidak berbanding sama dengan pelimpahan berkas penuntutan dari pihak jaksa ke pengadilan.
“Pelimpahan (ke pengadilan) saja cepat. Seharusnya berbanding sama, saat itu sudah siap membacakan tuntutan. Itu logikanya,” ujarnya.
Seperti diketahui, pembacaan tuntutan untuk Ahok sempat tertunda lantaran penuntut umum belum merampungkan surat tuntutannya. Alhasil, majelis hakim memuntuskan untuk menunda agenda pembacaan tuntutan usai gelaran Pilkada DKI Jakarta putaran dua, yakni pada Kamis (20/4).
Ahok selaku Gubernur DKI dijerat dengan Pasal 156a huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. Untuk Pasal 156a huruf a ancaman pidana maksimalnya 5 tahun, sedangkan untuk Pasal 156 ancamannya 4 tahun penjara.akt



var obj0=document.getElementById("ads15645345465831028634"); var obj1=document.getElementById("ads25645345465831028634"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: