Jokowi: Jeleknya Orang Kita Senangnya Barang Impor. Ini Harus Disetop


garda cakrawala - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyayangkan kebiasaan masyarakat selama ini yang tidak mencintai produk negerinya sendiri. Padahal, turis asing, sampai datang ke Tanah Air untuk bisa mendapatkan barang buatan Indonesia.

"Orang kita kalau beli barang brand luar negeri. Beli di luar negeri inginnya brand luar negeri. Kemudian lihat tulisan 'Made In Indonesia' langsung batal beli. Ini jeleknya orang kita senangnya barang impor. Ini harus disetop, kita harus mencintai produk-produk yang diproduksi di dalam negeri," ujar Presiden seperti dikutip dari Antara dalam acara Peresmian Perluasan Pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk. di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (21/4).

"Harusnya kita justru bangga kalau ada label itu, jangan dibalik-balik, turis-turis datang ke sini cari buatan Indonesia," tambahnya.

Presiden Joko Widodo menyatakan bangga salah satu merek asal Indonesia yakni Sritex mampu merajai pasar dunia. "Kita lihat Sritex, satu bukti brand Indonesia yang merajai pasar dunia," katanya.

Sritex yang baru saja berinvestasi Rp 2,6 triliun untuk pabrik barunya itu telah memproduksi seragam militer untuk setidaknya 30 negara di dunia. Dari jumlah itu, delapan dari negara-negara tersebut berada di kawasan Eropa.

Sritex bahkan memproduksi seragam militer untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Tidak hanya itu, Sritex juga merupakan satu-satunya pemegang lisensi di Asia yang berhak memproduksi seragam militer Jerman.

Oleh karena itu, dia menyambut baik kinerja PT Sritex sebagai pabrik tekstil padat karya yang menyerap hingga lebih dari 50.000 tenaga kerja.

Pabrik yang dirintis sejak 1960-an sebagai kios kecil di Pasar Klewer itu memproduksi mulai dari seragam militer, pakaian kerja, produk fesyen, pakaian anak, dan sebanyak 60 persen produknya diperuntukkan untuk pasar ekspor.

"Kita harus bangga produk substitusi yang punya kualitas ekspor dan internasional. Saya menghargai perluasan pabrik Sritex untuk meningkatkan produksi sehingga bisa bersaing di tingkat internasioal," tuturnya.

Dia berpesan agar Sritex tetap menjaga kualitas, tepat dalam mengirimkan pesanan, menguasai teknologi terbaru, dan terus berinovasi agar tetap berdaya saing tinggi.

Pemerintah sendiri, kata Presiden, akan terus mendorong produktivitas agar makin banyak brand Indonesia masuk ke pasar ekspor. "Pemerintah fokus untuk bekerja dalam perbaikan infrastruktur berkaitan dengan airport, kereta api, pelabuhan, jalan untuk memperkuat daya saing kita. Kalau jalan masih becek biaya transportasi masih besar. Infrastruktur ini kita kerjakan habis-habisan untuk daya saing," kata Presiden Jokowi. (ma)





Subscribe to receive free email updates: