Kemenko Maritim Nodai Perintah Efisiensi Jokowi

Loading...

garda cakrawala Efisiensi anggaran kementerian dan lembaga negara yang diperintahkan Presiden Joko Widodo nampaknya masih jauh panggang dari api. Salah satu yang disorot adalah pemborosan di Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumberdaya.

"Kemenko Maritim di tahun 2016 menganggarkan uang negara sebesar 6,4 miliar rupiah untuk proyek pengadaan meubelair dan furniture. Entah kalimat mana yang pas untuk meyebut hal ini, pemborosan anggaran, potensi kerugian negara. Yang jelas sangat jauh dari kata efisiensi," kata Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman dalam pesan elektronik yang dipancarluaskannya, Senin pagi (10/4).

CBA yang selama ini fokus mengawasi perencanaan dan penggunaan anggaran di kementerian dan lembaga negara, dikatakan Jajang, mencium gelagat tak beres dari proyek pengadaan meublair dan furniture di kementerian yang dipimpin Luhut Binsar Panjaitan itu.

"Berpotensi duit negara 2,45 miliar rupiah menguap begitu saja dari pengadaan ini," katanya.

Dia menjelaskan asal muasal potensi kebocoran uang negara ini, bahwa untuk mendapatkan meublair dan furnitur mewah, Kemenko Maritim menganggarkan uang Rp 6,4 miliar. PT. Wijaya Kusuma Lestari yang beralamat di Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, lantas didapuk sebagai perusahaan penyedia dengan harga yang disepakati sebesar Rp 6,14 miliar.

Ada penawaran lain dengan harga lebih rendah. PT Kusuma Lestari, sebut Jajang, menawarkan biaya pengadaan meublair dan furniture untuk dipajang di Ruang Pimpinan Utama dan Ruang Kerja Menko Maritim itu seharga Rp 3,9 miliar. Namun sayangnya, Kemenko Maritim tak peduli sekalipun angka yang ditawarkan hampir setengahnya lebih murah dari PT. Wijaya Kusuma Lestari.

"Nampaknya para pemimpin kita memiliki selera tinggi, seperti yang terlihat di Kemenko Maritim ini. Namun patut disayangkan selera tersebut harus dibayar mahal dengan semakin terkurasnya uang negara demi memenuhi hasrat para pejabat kita," tukas Jajang.[rmol]





loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...