Lieus Sungkharisma: Ahok Menghinakan Satu Golongan Dan Memuliakan Golongannya Sendiri


garda cakrawalaKomisi Penyiaran Indonesia (KPI) diminta untuk mengambil tindakan tegas terkait video kampanye petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) #BeragamItuBasukiDjarot yang dinilai bermuatan SARA.
“Segera ambil tindakan tegas, bukan saja dengan melarang peredaran video provokatif tersebut, tapi juga mengadukan para pembuatnya ke polisi,” kata Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, Selasa (11/4).
Menurut tokoh Cina yang tidak mau lagi disebut Tionghoa ini, pembuatan video seperti itu jelas tidak bisa dibiarkan.
Hanya untuk kepentingan pemenangannya, Ahok menghinakan satu golongan dan memuliakan golongannya sendiri,” ujar Lieus.
Diketahui, Ahok-Djarot baru saja merilis sebuah video kampanye untuk menyongsong hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua pada 19 April mendatang. Video tersebut kemudian diunggah Ahok ke akun Twitter miliknya pada 9 April.
Di awal video terdapat adegan sekelompok pemuda dengan ekspresi kemarahan menggedot-gedor sebuah mobil yang ditumpangi oleh seorang ibu dan anaknya. Keduanya terjebak di dalam mobil dan ketakutan. Kemudian, muncul adegan sekelompok pria berpeci tengah berdemonstrasi dan membawa spanduk “Ganyang Cina”. Lalu, terdapat adegan polisi wanita yang akan menjinakkan bom.
Video itu juga diisi dengan suara pidato Djarot saat ‘Konser Gue 2’ pada Februari lalu. “Saudara-saudaraku, seluruh warga Jakarta, waktu sudah mulai dekat. Jadilah bagian dari pelaku sejarah ini dan akan kita tunjukkan bahwa negara Pancasila benar-benar hadir di Jakarta,” ujar Djarot dengan nada menggebu.
Suara Djarot tersebut berlatarkan adegan pebulutangkis Indonesia beretnis Tionghoa yang tengah berlaga dan adegan-adegan lainnya dari anak-anak muda yang memakai pakaian adat dari berbagai suku. Video itu juga menyelipkan adegan seorang keluarga yang sedang menonton tayangan sekelompok pria berpeci yang tengah berdemonstrasi di televisi.
Di akhir video, suara Djarot kembali muncul. “Siapapun kalian, apa agama kalian, apa suku kalian, dari mana asal-usul kalian, saudara-saudara semua adalah saudara kita sebangsa dan setanah air dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama,” kata Djarot. Video kampanye itu pun ditutup dengan jargon “19 April 2017 Pilih Keberagaman”. [rus] | RMOL


var obj0=document.getElementById("ads19220994656167845248"); var obj1=document.getElementById("ads29220994656167845248"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: