"PDIP dan Loyalis Pembela Penista Agama Mulai Kocar-kacir Hadapi Kuatnya Arus Gerakan Raykat Tuntut Keadilan"



garda cakrawalaAlasan menunda sidang tuntutan kasus penistaan agama Islam dinilai hanya retorika penguasa demi membela Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Hukum harus ditegakkan. Segala alasan untuk menunda persidangan kasus Ahok adalah retorika penguasa demi membela terdakwa penista agama. Stop menipu umat!" seru Ketua Progres 98 Faizal Assegaf melalui pesan elektronik yang dipancarluaskannya hari ini, Minggu (9/4).

Menurut dia, alasan pertimbangan keamanan untuk menunda pembacaan tuntutan jaksa dalam kasus Ahok adalah bentuk intervensi politik penguasa.
Jika hal itu dibiarkan, bisa memicu kemarahan umat dan menyulut situasi krusial jelang Pilgub DKI 19 April.

"Sebab penguasa telah bertindak otoriter untuk mengendalikan pengadilan," katanya.

Apalagi berbagai indikasi terkait campur-tangan penguasa dalam persidangan kasus Ahok kian mencolok. Tindakan tersebut sangat melukai hati umat dan berpotensi menimbulkan gejolak politik.

"Presiden Jokowi sebagai sahabat dekat Ahok diminta agar tidak berupaya mencederai rasa keadilan rakyat. Terlebih kasus Ahok adalah masalah serius menyangkut kehormatan umat Islam," imbuh Faizal.

Untuk itu, dia berpendapat, seruan ulama dan elit bangsa agar umat mengawal pengadilan kasus penistaan agama sudah tepat. Langkah ini guna mencegah rekayasa hukum yang berupaya meloloskan Ahok dari skandal penistaan Al Quran.

Dari informasi yang dihimpun, ratusan ribu orang dari berbagai ormas Islam telah siap bergerak mengawal sidang pembacaan tuntutan Ahok pada 11 April mendatang. Menurut Faizal, pengawalan ini merupakan momen penting dan perlu diwujudkan.

"PDIP dan loyalis pembela penista agama tampak mulai kocar-kacir menghadapi makin menguatnya arus gerakan rakyat yang menuntut keadilan. Fakta-fakta persidangan kasus penistaan agama tidak bisa dimanipulasi oleh tangan-tangan jahat," tukasnya. (rmoljakarta)





var obj0=document.getElementById("ads14598984705492888529"); var obj1=document.getElementById("ads24598984705492888529"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: