Si Helm Putih, Di Balik Video Palsu Korban Senjata Kimia Suriah



garda cakrawala Helm Putih, atau al Hawdh al Bayda atau al Quba’at al Bayda. Nama resmi organisasi yang berdiri di Aleppo dan Idlib akhir tahun 2012 ini adalah Pertahanan Sipil Suriah atau ad Difa’ al Madani as Suri.Dalam sejumlah catatan disebutkan bahwa Helm Putih adalah kelompok sukarelawan yang bekerja di wilayah Suriah yang dikuasai kelompok pemberontak anti Bashar al Ashad.

Namun menurut Organisasi Doktor Swedia untuk HAM (SWEDHR), kelompok Helm Putih ini bekerja untuk menciptakan situasi agar Amerika Serikat memiliki alasan untuk melancarkan serangan ke wilayah Suriah dalam rangka menggulingkan Bashar Ashad.

Salah satu yang diproduksi Helm Putih adalah video yang memperlihatkan apa yang mereka sebut sebagai anak-anak korban serangan gas beracun yang digunakan pemerintahan Ashad.

Dalam laporan SWEDHR disebutkan bahwa video yang memperlihatkan upaya penyelamatan anak-anak kecil itu sesungguhnya adalah video yang mempertontonkan pembunuhan.

Laporan SWEDHR ini dibuat di banyak media massa berbasis online, seperti Veterans Today.

Awal bulan Maret lalu, Ketua SWEDHR Prof. Marcello Ferrada de Noli, mempublikasikan artikel yang mengupas video-video itu. Menurutnya Helm Putih memanipulasi kematian anak-anak itu dan mempabrikasi cerita tentang penggunaan senjata kimia untuk menjustifikasi status zona larangan terbang di Suriah.

Prof. de Noli, antara lain, mengomentari adegan yang memperlihatkan seorang anak yang tampak sedang sekarat. Dia mendapatkan suntikan di bagian dada. Orang-orang yang yang menanganinya seolah-olah hendak menyelamatkan dengan membuat semacam by pass ke arah jantung anak itu. Di latar belakang video itu juga terlihat suasana kepanikan.

“Setelah melakukan investgasi, tim kami menemukan bahwa anak itu tidak sadarkan diri karena obat penenang yang melebihi dosis. Video memperlihatkan anak itu mendapatkan suntikan di bagian dada, barangkali di area jantung, dan akhirnya tewas sementara jelas sebuah suntikan adrenalin palsu sedang diberikan,” tulis SWEDHR.

Tim SWEDHR juga mengatakan bahwa dari rekaman video itu, tidak terlihat tanda-tanda di tubuh korban yang mengarah pada penggunaan senjata kimia. Tidak ada tubuh yang terbakar.

Tim doktor SWEDHR juga merinci kejanggalan di dalam video itu yang membuat mereka yakin bahwa, sekali lagi, tidak ada upaya penyelamatan yang diberikan terhadap anak-anak yang disebut sebagai korban. Sebaliknya, kelompok Helm Putih dengan sengaja sedang menciptakan alasan atau pretext yang bisa menjustifikasi serangan ke wilayah Suriah.

Dan pretext ini berhasil. Kamis tengah malam (6/4) tak kurang dari 59 tomahawk Amerika Serikat menghajar pangkalan udara Suriah di Ash Sha’irat di dekat Homes.

SWEDHR juga menyebutkan dalam laporan itu sejumlah indikasi yang membuat Helm Putih patut diduga sedang memanaskan suasana.

Disebutkan bahwa Helm Putih yang seharusnya adalah organisasi independen menerima tak kurang dari 100 juta dolar AS dari CIA dan pihak Inggris.

“Perlu ditambahkan bahwa Helm Putih adalah gabungan dari CIA, Al Qaeda dan Intelijen Inggris dan berita-berita yang mereka pabrikasi bertujuan untuk mendapatkan simpati opini dunia dan untuk menciptakan bencana kemanusia yang menjustifikasi intervensi Barat di Suriah,” demikian SWEDHR. [rmol]





Subscribe to receive free email updates: