Tiga Negara Mau Belajar Ke Indonesia Soal Swasembada Beras??


garda cakrawala - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membeberkan dunia Internasional sedang melirik Indonesia terkait keberhasilan melakukan swasembada beras.
Sejauh ini tiga negara yakni Malaysia, Jerman, dan Taiwan bahkan akan berlajar kepada Indonesia agar bisa melakukan hal yang sama.

"Mereka apresiasi Indonesia bisa swasembada dan kami terharu karena mereka ingin belajar dari Indonesia. Dan mereka bertanya kenapa Indonesia produksinya secepat itu padahal ada el nino dan la nina," ujar Amran usai memberikan hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran, Semarang, Selasa (11/4). 

Amran mengungkapkan, salah satu faktor Indonesia bisa swasembada beras yakni karena kerja keras PPL. Pasalnya PPL memberikan pembinaan dan informasi kepada para petani bagaimana cara meningkatkan produksi. Selain itu, PPL juga memberikan informasi terkait teknologi pertanian terbaru dan cara menggunakannya. 

"Kita sampaikan yang bekerja adalah rakyat indonesia, mulai Kepala Desa, bupati dan PPL juga," kata Menteri asal Sulawesi Selatan itu. 

Amran pun meminta kepada PPL untuk dapat memantau peningkatan dan penyerapan gabah padi petani dengan target penyerapan 200 ton beras per PPL hingga akhir juli. Saat ini, kata dia, terdapat 6.000 orang yang menjadi PPL. Sehingga, pada juli nanti Indonesia dapat tambahan 1,2 juta ton beras.

"Saya yakin sanggup satu orang PPL serap beras 200 ton sampai Juli. Kita taretkan 2019 tidak akan impor beras dan dapat disegani dunia. Kalau tidak saya cabut lagi SK PNS-nya," tegas menteri Amran. 

Sekadar informasi, saat ini stok beras nasional mencapai 1,9 juta ton beras. Data Kementerian Pertanian, tim Serap Gabah Petani (SERGAP) yang dibentuk oleh Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI AD dan Perum Bulog dan Pemda pada periode Januari hingga 25 Maret 2017 telah menyerap 754.330 ton gabah atau 377.165 ton setara beras meningkat 420 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

Pada periode Maret hingga Agustus 2017, prediksi produksi sebesar 33,64 juta ton gabah kering giling, perlu diserap secara baik sehingga petani dapat memperoleh keuntungan yang adil dan cadangan beras di Perum Bulog meningkat. [rmol]





var obj0=document.getElementById("ads17815240969933598665"); var obj1=document.getElementById("ads27815240969933598665"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: