Tinggal Kenangan, Ahok Diminta Siapkan Pidato Kekalahan

Loading...

garda cakrawalaKoordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak), Lieus Sungkharisma berpesan agar cagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk merancang pidato kekalahannya yang akan dibacakan pada Rabu (19/4) sore.

"Ahok harus siapkan pidato kekalahan sejak sekarang," kata Lieus saat dihubungi, Minggu (9/4).

Meski demikian, menurut Lieus, Ahok diprediksi namanya akan menjadi legenda dan terus dikenang oleh masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta.

Namun, melegendanya calon nomor urut dua itu bukan karena prestasinya dalam membangun Jakarta, melainkan hal-hal negatif yang ditorehkan selama menjadi orang nomor satu di ibukota.

"Orang memang sudah gak mau dia jadi gubernur. Apapun dilakukan udah gak mempanlah. Sudah tinggal berapa hari lagi siap-siap aja video besar dia menerima kekalahan," ujar Lieus.

"Sudah cukup, Ahok kan namanya sudah melegenda kan. Ahok melegenda karena negatifnya, negatifnya, mana ada yang positif. Itu harus kita akui. Saya sih happy. Sebagai warga Tionghoa saya gak keberatan itu. Sayang MURI (Museum Rekor Indonesia) gak bisa memberikan penghargaan untuk hal-hal seperti itu kan," papar Lieus.

Adapun beberapa contoh disebut Lieus menjadi alasan Ahok layak disebut sebagai legenda negatif, yaitu menjadi satu-satunya gubernur yang dilempari batu. Hal ini terkait aksi unjuk rasa anarkis menolak Ahok saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Penjaringan, Jakarta Utara, pada (23/6) lalu, dimana sejumlah massa berusaha menyerang iring-ringan mobil Ahok dengan melempari batu.

Selain itu, Lieus mengungkapkan, Ahok satu-satunya gubernur yang mampu menghadirkan jutaan umat Islam berkumpul dan berdoa bersama, seperti yang terlihat pada beberapa aksi unjuk rasa, yang menuntut penegakan hukum atas Ahok karena diduga telah menistakan agama.

"Sebagai gubernur pertama yang disambitin warga, sebagai gubernur pertama yang bisa bikin jutaan orang berkumpul, berdoa," ujar pendukung pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno ini.

Meski begitu, Lieus berpendapat, ada hikmah yang dapat diambil dari gagalnya mantan Bupati Belitung Timur itu di Pilkada DKI 2017, yakni bagaimana kekuatan rakyat dalam meruntuhkan kekuasaan gubernur zalim.

"Kita harus akui, Ahok tinggal kenangan. Kita akan peringati sebagai jatuhnya gubernur zalim. Ini kan merupakan pendidikan politik, ini merupakan pelajaran bagi kita semua, kalau berkuasa itu ingat, gak selamanya, kalau rakyat begitu gak milih, ya jadi rakyat biasa," pungkas Lieus.[rmolj]






loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...